ADVERTISEMENT

Ada Ketegangan di Garasi Honda, Marquez Marah

Okdwitya Karina Sari - Sport
Kamis, 28 Apr 2022 06:30 WIB
LAGOA, ALGARVE, PORTUGAL - APRIL 23:  Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team starts from box during the MotoGP Of Portugal - Qualifying at Autodromo do Algarve on April 23, 2022 in Lagoa, Algarve, Portugal. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Ada ketegangan di garasi Honda, Marc Marquez disebut marah-marah. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Mantan bos LCR Oscar Haro mengungkapkan, situasi di Repsol Honda sedang tidak ideal usai MotoGP Portugal. Marc Marquez juga diklaim marah-marah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Honda sedang mengalami krisis. Setelah Marquez menyabet titel juara dunia MotoGP 2019, pabrikan Jepang itu cuma mampu merebut tiga kemenangan. Sedangkan di lima balapan pertama pada musim ini hanya sekali naik podium saat Pol Espargaro finis ketiga di Qatar.

Pada balapan terakhir di Portimao, Portugal Honda pun gagal menuai hasil yang memuaskan. Marquez dan Espargaro start dari posisi sembilan dan sepuluh, kalah dari Alex Marquez yang membalap untuk tim satelitnya, LCR.

Sementara itu ketika balapan Marquez sempat sengit beradu dengan adiknya tersebut untuk finis keenam di depan Alex. Espargaro harus puas menyudahi balapan kesembilan di belakang Francesco Bagnaia, yang tampil sensasional usai start dari grid ke-24.

Haro, mantan direktur olahraga LCR, mengatakan performa motor Honda belum di level sebaik sebelumnya. Hal inilah yang membuat Marc Marquez tidak nyaman sehingga ada ketegangan di garasi Honda.

"Saya sudah bericara kepada orang-orang di tim dan mereka bekerja gila-gilaan tapi memang tidak ada yang baru," kata Haro di Twitch, yang dilansir Motorcyclesports. "Marc dan Pol [Espargaro] itu dua pebalap yang hebat, tapi di situasi balapan kering yang normal motornya kurang kompetitif. Saya harap mereka melakukan sesuatu di Honda."

"Marc punya masalah dengan itu karena motornya tidak terlalu bagus untuk dia. Dia bahkan tidak bisa menyalip Alex (di Portimao), itu belum pernah terjadi sebelumnya pada motor pabrikan."

"Dia marah dan saya tahu situasinya sedang tegang. Pada Hari Minggu setelah balapan ada ketegangan di garasi Honda, karena Marc tidak nyaman. Dia harus melakukan apa yang selalu dia lakukan, membuat perbedaan, tapi ada waktunya ketika anda lelah melakukannya," Haro menambahkan.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT