Rider Yamaha Lain Kesulitan, Quartararo: Bukan Urusan Saya

Adhi Prasetya - Sport
Jumat, 06 Mei 2022 09:15 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 18: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team looks on during the press conference at the end of the qualifying practice during the MotoGP Of San Marino - Qualifying at Misano World Circuit on September 18, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Quartararo fokus dengan upaya mempertahankan gelar MotoGP musim ini. Foto: (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Fabio Quartararo tak mau ambil pusing dengan kesulitan yang dialami rekan-rekan sesama pebalap Yamaha di MotoGP musim ini. Bagi pria asal Prancis itu, hal tersebut bukan urusannya.

Quartararo menjadi satu-satunya rider Yamaha yang bersaing di papan atas klasemen MotoGP 2022. Sementara nasib Franco Morbidelli, Andrea Dovizioso, dan Darryn Binder berbeda 180 derajat.

Sebagai sesama pebalap pabrikan, Morbidelli baru mengumpulkan 18 poin dari enam seri yang sudah digelar. Sementara Dovizioso dan Binder yang berada di tim satelit RNF Yamaha lebih mengenaskan lagi.

Dovizioso baru mengoleksi delapan poin, sedangkan Binder punya enam poin. Bandingkan dengan Quartararo yang ada di puncak klasemen dengan 89 poin, dan sudah meraih satu kemenangan serta tiga podium sejauh ini.

Motor Yamaha musim ini memang sudah dikeluhkan para pebalapnya, termasuk Quartararo sendiri. Dovizioso bahkan sempat berujar hanya gaya membalap Quartararo yang bisa membantu memaksimalkan kecepatan motor Yamaha musim ini.

Hal itu tentu menjadi poin plus bagi Quartararo. Namun juara bertahan MotoGP itu tak merasa dirinya diuntungkan, sebab ia pun sudah tiga kali finis di papan tengah, yakni di MotoGP Qatar (9), Argentina (8), dan Amerika Serikat (7).

Oleh sebab itu, ia tak mau mengurusi masalah rider lain, meski rekan setim sekalipun. Seperti musim lalu, ia hanya mau fokus ke pencapaiannya musim ini.

"Saya sendiri terkejut bisa memimpin klasemen pekan lalu (setelah MotoGP Portugal), sebab selain di Mandalika, kondisinya... bukan bencana, tapi karena saya finis ketujuh, delapan, sembilan, lalu finis kedua, kemudian saya meraih kemenangan (di Portugal)," ujar Quartararo, dikutip Motorsport.

"Memang pada akhirnya saya selalu finis 10 besar, dan balapan-balapan semacam ini di mana kamu butuh tampil sebaik mungkin untuk mengambil 3-5 poin lebih banyak dari yang kamu butuhkan, itu membuat poin-poin yang diraih amat penting."

"Tapi sejujurnya saya sudah membalap hingga batas maksimal dan tak bisa lebih dari itu di setiap momen. Benar bahwa para pebalap Yamaha yang lain begitu kesulitan, tapi pada akhirnya itu bukan urusan saya."

"Saya sudah sibuk memikirkan bagaimana agar motor ini bisa cepat. Jadi saya mengurusi diri saya sendiri saja," jelas Quartararo.

(adp/adp)