MotoGP: Tinggalkan Yamaha, RNF Racing Gabung Aprilia Musim Depan

Adhi Prasetya - Sport
Jumat, 27 Mei 2022 17:30 WIB
Massimo Rivola, Razlan Razali
CEO Aprilia, Massimo Rivola (kiri) bersama Bos RNF Racing, Razlan Razali (tengah). Foto: Dok. MotoGP
Jakarta -

RNF Racing tak akan lagi memakai mesin motor Yamaha di MotoGP 2023. Gantinya, tim asal Malaysia itu akan menjadi tim satelit Aprilia.

Hal itu diumumkan pada Jumat (27/5/2022) jelang MotoGP Italia akhir pekan ini. RNF Racing dan Aprilia telah sepakat untuk bekerja sama selama dua tahun hingga 2024, dengan opsi tambahan dua tahun.

Dengan demikian, untuk pertama kalinya sejak 2015, Aprilia akan tampil dengan empat motor RS-GP di trek MotoGP. Sebelumnya, mereka hanya menjadi tim pabrikan saja.

Penampilan Aprilia, khususnya Aleix Espargaro sepanjang MotoGP 2022 membuktikan bahwa pabrikan asal Noale, Italia itu bisa menjadi kekuatan besar di masa depan. RNF pun tertarik untuk menjadi bagian darinya.

"Kami sangat senang dengan terjalinnya kerja sama jangka panjang dengan Aprilia. Filosofi kami tetaplah bekerja sama dengan tim pabrikan untuk mengembangkan pebalap yang suatu hari bisa menjadi pebalap pabrikan Aprilia," bunyi bos RNF Racing, Razlan Razali, dikutip situs resmi MotoGP.

"Kami akan membantu mereka dalam hal pengembangan, memastikan kami tetap kompetitif dan akhirnya menang bersama Aprilia. Proposal dari mereka sesuai dengan rencana, strategi, dan jaminan jangka panjang kami selama dua tahun ditambah opsi dua tahun lagi."

"Saya berterima kasih kepada Massimo (Rivola, CEO Aprilia Racing) atas kepercayaan, rasa percaya diri, dan keyakinan yang diberikan. Kami sangat menantikan kerja sama ini tahun depan," jelasnya.

Razali juga berterima kasih kepada Yamaha atas kerja samanya selama ini, terutama sejak masih bernama Petronas Yamaha. Timnya tetap bertekad tampil maksimal di sisa musim ini.

Setelah ditinggal Tech3 yang pindah ke KTM seusai MotoGP 2018, Yamaha kemudian memiliki tim satelit asal Malaysia, yakni Petronas SRT selama 2019-2021.

Selama tiga tahun, prestasi Petronas SRT terbilang bagus. Fabio Quartararo menjadi rookie of the year di MotoGP 2019, lalu ada Franco Morbidelli yang menjadi runner-up MotoGP 2020 di bawah Joan Mir.

Namun seiring mundurnya Petronas pada 2021, RNF Yamaha dengan manajemen baru pun hadir sebagai reinkarnasi pada MotoGP 2022, melanjutkan slot yang ada. Namun pada musim ini, performa dua pebalap mereka jauh dari harapan.

Andrea Dovizioso baru meraih 8 poin dari tujuh balapan, sedangkan Darryn Binder baru 6 poin. Motor Yamaha YZR-M1 yang dikendarai musim ini juga dinilai hanya cocok untuk gaya balapan Quartararo yang sejak 2021 menjadi pebalap pabrikan.

(adp/aff)