Sekilas, tugas pembalap MotoGP terlihat sederhana: hanya memegang gas dan rem. Namun pada kenyataannya, tangan para pembalap bekerja sangat keras di setiap lap.
Di balik kecepatan tinggi yang terlihat di lintasan, ada tekanan fisik besar yang jarang terlihat dari kamera. Balapan bukan hanya soal kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga soal kekuatan fisik untuk menahan beban ekstrem selama balapan.
Di balik senyum para pembalap MotoGP, ada cedera yang sering kali tidak terlihat dari luar. Mereka bukan tidak mengalami cedera, tetapi cedera yang dialami biasanya terjadi di bagian tubuh yang tidak selalu tampak secara kasatmata.
Salah satu kondisi yang cukup umum dialami pembalap adalah arm pump. Faktanya, banyak pembalap MotoGP pernah menjalani operasi pada lengan akibat masalah tersebut.
Dikutip dari Instagram @boldriders, arm pump terjadi bukan karena otot pembalap kurang kuat. Saat melakukan pengereman keras dari kecepatan tinggi, tekanan yang sangat besar dapat membuat otot di lengan membengkak dan terjepit di dalam jaringan otot.
Kondisi ini dapat menghambat aliran darah dan menyebabkan tangan terasa kaku hingga kehilangan tenaga saat mengendalikan motor.
Untuk mengatasi masalah tersebut, sebagian pembalap menjalani prosedur operasi fasiotomi, yaitu tindakan medis untuk membuka jaringan pembungkus otot agar otot memiliki ruang lebih dan tekanan dapat berkurang.
Karena itu, tidak sedikit pembalap MotoGP yang memiliki bekas sayatan di lengan. Beberapa di antaranya seperti Marc Marquez, Fabio Quartararo, Jack Miller, dan sejumlah pembalap lainnya.
Menurut detikers, apakah arm pump menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pembalap MotoGP? Tulis pendapatmu di kolom komentar.
Jangan lupa follow Instagram @boldriders untuk mendapatkan pembahasan lebih dalam seputar dunia balap, mulai dari aspek teknis hingga cerita di balik paddock.
Simak Video "Video Perang AS-Iran Bikin Jadwal MotoGP Qatar Berubah"
(akn/ega)