Kritik dihamburkan Dovizioso setelah menjalani serangkaian tes di Sirkuit Sepang, Malaysia. Meski baru beberapa pekan merasakan tungganggan motor berkapasitas 800cc, pembalap Italia itu menyatakan bahwa sistem bantuan pembalap di motor kelas MotoGP, seperti misalnya peralatan traction control, membuatnya tidak puas.
"Anda tinggal menggeber gas dan semuanya dikendalikan secara elektronis. Sedangkan di kelas 250cc, Anda selalu memegang kendali," keluh Dovizioso kepada La Gazzetta dello Sport seperti dikutip Autosport, Minggu (18/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua tahun lalu, sebagai hadiah juara dunia 125cc tahun 2004, saya turun di beberapa lap memakai motor 990cc. Motor lama lebih impresif," papar dua kali runner-up kelas 250c itu lagi.
Dovizioso terjun ke MotoGP berbarengan dengan Jorge Lorenzo, juara dunia kelas 250 dua kali (2006-2007). Meski demikian, di rangkaian tes Sepang, justru Dovizioso-lah yang tampil lebih cemerlang ketimbang Lorenzo yang mengendarai motor Yamaha.
Meski sudah tampil cukup mengesankan, Dovizioso tetap merasa harus bekerja keras menyesuaikan diri dengan motor Hondanya. "Saya masih bermasalah dengan engine braking dan saat masuk tikungan, saya terlalu pelan," terang rider berusia 21 tahun ini mengakui kelemahannya.
"Saya belum mencapai batas saya. Di kelas 250cc, saya membutuhkan dua tahun untuk mendapatkannya," pungkas Dovizioso optimistis.
(arp/a2s)











































