Suhu, Bukan Cahaya yang Jadi Kendala

Jelang MotoGP Qatar

Suhu, Bukan Cahaya yang Jadi Kendala

- Sport
Rabu, 05 Mar 2008 08:46 WIB
Suhu, Bukan Cahaya yang Jadi Kendala
Losail - Awalnya mungkin jarak pandang yang dianggap kendala terbesar balapan malam. Tapi setelah sesi ujicoba pekan lalu, suhu udara yang sangat rendah justru jadi masalah utama.

Adalah Bridgestone yang paling khawatir dengan ekstrimnya perubahan suhu jika dibanding dengan balapan siang. Pabrikan ban asal Jepang itu secara mengejutkan justru tertinggal dibanding Michelin dalam hal adaptasi dengan temperatur trek.

Casey Stoner memang sempat jadi yang tercepat di ujicoba hari pertama, namun di hari kedua Jorge Lorenzo yang gantian melesat dengan ban Michelin-nya yang dibuntuti James Toseland. Keduanya lebih cepat hampir satu detik dibanding Stoner yang cuma duduk di posisi enam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ujicoba pekan lalu adalah pengalaman pertama kami di suhu rendah Losail dan hasilnya memang tidak sepositif hasil ujicoba lainnya seperti di Sepang atau Phillip Island. Jadi jelas banyak yang harus dilakukan di sini," unkap Hiroshi Yamaha, manajer Motorsport's Motorcycle Racing Bridgestone seperti diberitakan Autosport.

Ketertinggalan Bridgestone atas Michelin diakui oleh beberapa pembalap yang mengaku butuh waktu lama sebelum mendapatkan suhu yang cukup untuk ban belakangnya. Chris Vermeulen yang juga menggunakan Bridgestone malah harus melahap tiga sampai empat lap sebelum bisa menggeber Suzuki-nya dengan maksimal.

"Saya mengganti ban, dan butuh tiga sampai empat lap sebelum Anda bisa benar-benar memaksimalkannya, terutama untuk sisi kiri karena itu tak sering dipakai. Dalam kondisi normal itu adalah keunggulan Bridgestone, semoga saja kami bisa mendapatkan itu kembali pada balapan nanti," ungkap rider Australia itu di motorcyclenews.

Ban bukan satu-satunya aspek yang kena efek paling besar dengan penurunan suhu tersebut. Selain performa mesin, si pembalap juga harus bertarung dengan dinginnya suhu malam Qatar mengingat mereka melaju dengan kecepatan tinggi.

Saat ujicoba lalu beberapa pembalap mengaku kedinginan saat melaju di lintasan. James Toseland bahkan harus menggunakan masker yang dibasahi untuk menghindari kaca helm-nya dari kabut yang bisa mengganggu pandangan.

Saat menggelar balapan siang, suhu lintasan berada di kisaran 45 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 11%. Namun saat melakukan ujicoba pekan lalu, temperatur turun menjadi 15 derajat celcius sementara kelembaban melonjak ke angka 75 persen. (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads