Dipimpin oleh Pemangku/Jero Mangku Made Rebit, persembahyangan dilakukan di pura kompleks Grand Hyatt Nusa Dua dengan diikuti oleh petenis-petenis peserta Commonwealth Bank Tennis Classic.
Persembahyangan itu diisi dengan pembacaan doa-doa dalam bahasa Sansekerta untuk meminta keselamatan dan kesehatan. Acara diakhiri dengan pemberian air suci yang memiliki makna pembersihan diri dari kekotoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βIni fantastis. Saya menghormati semua agama. Seluruh dunia yang berasal dari agama-agama yang berbeda membutuhkan perdamaian, karena itulah saya berdoa untuk kesehatan dan kedamaian dunia,β ungkap petenis Italia itu kepada para wartawan.
Salah satu peserta lain, Shikha Uberoi, kebetulan adalah penganut agama Hindu. Meski ada sejumlah perbedaan dalam ritual, petenis India itu menilai prosesi tersebut mirip dengan yang ia lakukan di negerinya.
βSeperti misalnya doa dalam bahasa Sanskrit (Sansekerta), cara pemercikan air suci, serta cara tangan menengadah sedikit berbeda. Tapi secara umum banyak persamaannya,β kata Shikha.
βSaya berdoa meminta perlindungan untuk para petenis di sini dan untuk Bali. Dan saya juga berdoa untuk perdamaian dunia,β pungkas Shikha.
Selain Schiavone dan Pennetta, sejumlah petenis lain seperti Patty Schnyder, Vania King, Vasilisa Bardina, Alla Kudryavtseva dan Marta Domachowska juga tampak khusyuk mengikuti upacara yang berlangsung kurang lebih selama 30 menit itu.
(arp/din)











































