Petenis berusia 28 tahun ini gagal kembali menembus posisi papan atas tenis yang dahulu pernah akrab dengan dirinya, turnamen Paris Masters yang seharusnya dapat dijadikan momen kebangkitan malah gagal di akhirinya dengan manis. Safin dikandaskan petenis asal Argentina Juan Monaco di babak kualifikasi dengan skor 6-0 7-6.
Pascakegagalan tersebut, Safin mengindikasikan dirinya akan berhenti meraket lagi dan akan istirahat panjang dari dunia tenis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya merasa bahwa saya ingin terus bermain lagi. Saya akan melakukannya. Jika tidak, semuanya akan berakhir. Saat ini saya hanya butuh istirahat," sambung Safin.
Masa keemasan di dunia tenis sempat ia rasakan yaitu ketika berhasil menjadi petenis terbaik di dunia selama sembilan bulan pasca kemenangannya di grand slam AS Terbuka 2000 saat mengalahkan Pete Sampras di final. Safin meraih titel grand slam lagi di tahun 2005 di event Australia Terbuka. Sejak itu karir petenis flamboyan ini mulai menurun karena cedera.
(ian/ian)











































