Dengan suhu udara yang mendekati 40 derajat celcius, banyak petenis mengaku kesulitan mengeluarkan penampilan terbaik. Seperti diberitakan sebelumnya, Jelena Jankovic sampai dibantu dengan kantong-kantong es untuk mendinginkan kakinya, sementara Marcos Baghdatis mengaku nyaris muntah menghadapi panas menyengat.
Murray mungkin jadi satu-satunya petenis yang menanggapi panas di Melbourne itu dengan pendekatan yang berbeda. Unggulan empat asal Inggris itu justru menjadikan suhu tinggi sebagai sekutu yang membantunya mengalahkan lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murray sesungguhnya belum benar-benar merasakan bagaimana panasnya Rod Laver Arena karena di pertandingan pertamanya dia memetik kemenangan mudah atas Andrei Pavel dalam waktu 45 menit. Petenis yang punya peringkat terendah di Australia Terbuka itu (rangking 1.141) menyatakan mundur akibat cedera punggung di set kedua dalam kedudukan tertinggal 1-3 dan kalah 2-6 di set pertama.
Murray yang merupakan finalis Amerika Serikat Terbuka 2008 akan menghadapi petenis Spanyol berperingkat 51, Marcel Granollers di babak selanjutnya. Petenis 21 tahun itu pun meyakini kalau panas menyengat justru akan mengeksploitasi gaya bermainnya di babak-babak selanjutnya.
"Saya menginginkan pertandingan yang lebih panjang...Saat berbicara soal temperatur saya yakin semua orang akan merasakannya. Yang Anda harus lakukan hanyalah terus berusaha membuat lawan lebih banyak berlari dibanding diri Anda sendiri," pungkas Murray. (din/roz)











































