Gelar Pertama Federer di Roland Garros

Prancis Terbuka

Gelar Pertama Federer di Roland Garros

- Sport
Minggu, 07 Jun 2009 22:56 WIB
Gelar Pertama Federer di Roland Garros
Paris - Penantian panjang Roger Federer untuk menjuarai Prancis Terbuka akhirnya berakhir setelah dia mengalahkan Robin Soderling dalam laga final. FedEx pun menyamai rekor milik Pete Sampras.

Dalam pertandingan final yang berlangsung Minggu (7/6/2009), Federer yang jadi unggulan teratas setelah tersingkirnya Rafael Nadal di babak ketiga menang tiga set langsung 6-1, 7-6 dan 6-4.

Gelar perdana petenis Swiss itu di Roland Garros membuat dia menjadi petenis keenam yang berhasil memenangi seluruh turnamen Grand Slam. Hebatnya lagi, kemenangan ini juga membawa Federer menyamai rekor Pete Sampras sebagai pengoleksi gelar mayor terbanyak yang mencapai jumlah 14.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjalani final Prancis Terbukannya yang keempat, Federer tampil sangat dingin dan dengan mudah memenangi set pertama hanya dalam waktu 23 menit. Keunggulan cepat petenis nomor dua dunia itu terbantu dengan performa buruk Soderling yang baru kali ini melangkah ke final turnamen Grand Slam.

Di set kedua keunggulan Federer sempat terganggu saat seseorang yang mengibarkan bendera tiba-tiba masuk ke dalam lapangan menuju area di mana Federer berada setelah melewati tribun wartawan.

Namun kondisi tersebut tak sampai menganggu performa FedeEx, di bawah dungan penonton yang meneriakkan β€œRo-ger! Ro-ger!” dia meneruskan penampilan gemilangnya. Soderling yang tampil mengejutkan setelah menundukkan Nadal sempat memaksa kedudukan imbang 6-6, namun Federer mampu membuat tiebreaker brilian dengan membuat empat ace untuk menutup set kedua dengan kedudukan 7-6 (1).

Di awal set ketiga, Federerr kembali mematahkan servis petenis Swedia itu untuk bisa langsung memimpin. Keunggulan tersebut berhasil dijaga Federer hingga dia membuat poin penentuan juara dan menutup set dengan poin 6-4.

Federer langsung bersimpuh di atas lapangan merah Roland Garros setelah pukulannya memastikan dia menjadi juara. Petenis 27 tahun itu kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangan, mungkin sebagai bentuk rasa haru setelah penantian panjangnya untuk jadi juara akhirnya berakhir. (din/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads