Selain kemacetan yang kerap melanda Jakarta, udara panas bisa dibilang adalah salah satu hal yang membuat orang malas keluar rumah. Bagi yang bekerja, berdiam di dalam kantor yang memiliki AC dingin adalah sebuah solusi tersendiri.
Tetapi, udara Jakarta yang gerah ini jutru menjadi berkah bagi beberapa pemain asing yang belaga di Indonesia Super Series, Istora Senayan, Jakarta. Karena beberapa di antaranya berasal dari negara yang jarang mendapatkan sinar matahari, maka Jakarta adalah surga bagi mereka.
Mereka kerap menikmati matahari Jakarta dengan cara berjalan kaki dari Istora Senayan ke Hotel Sultan, tempat mereka menginap, yang jaraknya hanya "beberapa jengkal" saja. Padahal pihak panitia telah menyiapkan bus sebagai alat tranportasi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin bagi mereka kapan lagi bisa mendapatkan cuaca seperti ini. Saya kadang suka tertawa melihat mereka pulang latihan, menenteng tas dan memakai kacamata hitam Ray Ban. Seperti sedang berlibur saja mereka," tandas Mimi lagi.
Sebagai informasi, pihak panitia telah menyiapkan 22 bus yang selalu siap mengangkut para pemain hingga malam hari. Sayang berjalan kaki tampaknya menjadi pilihan favorit ketimbang naik bus. (din/key)











































