Sirkuit nasional sesungguhnya sudah mulai digelar sejak 18 tahun lalu atau pada 1989. Dari tahun ke tahun, kejuaraan tersebut selalu berhasil meningkatkan jumlah pesertanya.
Kondisi serupa terjadi untuk Sirkuit Nasional 2009 ini, yang sudah dimulai sejak Februari lalu. Bahkan untuk edisi ini jumlah hadiah dan poin yang akan didapat peserta mengalami peningkatan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total ada delapan kota yang dijadikan tuan rumah Sirkuit Nasional tahun ini. Tarakan jadi venue pertama, turnamen kemudian dilanjutkan di DKI Jakarta, Bandung, Tegal, Surabaya, Bali, Medan dan berakhir di Makassar.
Tercatat beberapa nama besar pebulutangkis baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun diundang dalam turnamen ini seperti Vita Marissa, Tri Kusharyanto, Hariyanto Arbi serta Edy Hartono. Mereka akan bertanding pada lima nomor yang dipertandingkan yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.
Dikatakan oleh Kepala Bidang Turnamen dan Perwasitan PB PBSI, Mimi Irawan, rata-rata 1.000 lebih peserta yang mengikuti tiap seri yang digelar di tiap kota.
"Untuk hadiahnya di setiap serinya, bakal ada peningkatan hadiah. Dari sebelumnya Rp 50 juta menjadi minimal Rp 150 juta," tukas Mimi.
Tak hanya peserta lokal yang ikut serta dalam turnamen ini, tercata beberapa pebulutangkis dari negara-negara macam Prancis, Kanada, Mesir dan Jerman ikut nimbrung dalam turnamen ini.
"Untuk para pemain asing, kami ambil menurut peringkat WBF (Federasi Bulutangkis Internasional). Atau kalau belum masuk peringkat WBF, kita ambil dari peringkat lokal di negaranya," terang Mimi.
Lalu apakah para pemenang dari setiap serinya bakal bisa ditarik ke dalam Pelatnas? "Belum tentu juga yang juara lebih baik dari yang hanya sampai di semifinal atau di perempat final. Makanya ini tugas berat bagi tim pencari bakat untuk benar-benar dapat mencari bakat terbaik dengan kemampuan terbaiknya."
(mrp/din)











































