Β
Dalam acara di GOR Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Sabtu (30/4/2011), sekitar 50 pelatih mendapatkan ilmu langsung dari Christian Hadinata, Fung Permadi, Alan Budi Kusuma, Haryanto Arbi, Sigit Budiarto. Pelatihan yang diberikan meliputi teknik, pengasaan fisik, taktik, psikologi, serta asupan gizi.
Dalam paparannya, Fung Permadi mengungkapkan, jika terpenting dalam pembinaan bulutangkis ada empat poin, yang harus diajarkan. Yakni efesiensi gerak, penguasaan net, perubahan kecepatan pukulan, serta sabar dalam mencari kesempatan.
"Itu di luar pelatihan dasar," terangnya. Menurutnya, apabila empat poin itu dilakukan secara baik. Maka akan kemenangan akan disabet oleh atlet tersebut, ketika bertanding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fung juga menjabarkan, bagaimana pemain atau atlet bisa menguasai lapangan serta memainkan taktik yang bagus, hingga sang lawan kalah.
Dia mengungkapkan, China kini menjadi negara penguasa dalam cabang olahraga bulutangkis, terbukti pada ajang internasional terakhir. Namun, semua itu dapat direbut kembali, asalkan pola latihan dirubah.
"Intinya pemain harus siap. Siap artian fisik, teknik serta taktik, serta mental, sebelum bertanding. Kesiapan itu bisa diasah melalui pola latihan diatas standar. saya yakin dengan begitu. China akan bisa kita kalahkan," bebernya.
Fung juga berpesan, sebagai pembina atau pelatih, jangan pernah memberikan tekanan kepada anak didiknya, ketika akan bertanding. Biarkan semua berjalan semestinya. "Bulutangkis itu reflek. Jangan pernah menekan. Itu akan parah akibatnya," ujarnya.
Selama dua jam, 50 pelatih ini mendapatkan ilmu serta pengalaman dari jago-jago bulutangkis nasional. Diharapkan, ilmu ini bisa diterapkan kepada para pemain muda, guna mencetak prestasi di masa mendatang.
(mfi/rin)











































