Seruan tersebut dilontarkan Serena, juara Grand Slam 13 kali, setelah menundukkan petenis Australia Anastasia Rodionova 6-0, 6-0, di babak pertama ajang Stanford Classic.
"Aku ingin segera kembali ke puncak. Dan aku tidak memiliki kesabaran. Tapi mungkin hal ini mengajariku untuk lebih sabar. Dan itu (waktu sampai ke puncak lagi) akan datang, tapi tidak mesti--nomor satu memang bagus, tapi aku benar-benar ingin bisa tampil bagus di Grand Slam," harap Serena di Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mengikuti ajang pemanasan Wimbledon, petenis AS tersebut lantas berkiprah di ajang Grand Slam dan melaju sampai babak keempat sampai akhirnya disingkirkan Marion Bartoli.
Hasil tersebut boleh jadi tak memuaskan juara empat kali Wimbledon tersebut. Buktinya segera setelah kandas, Serena langsung pulang ke Los Angeles dan segera berlatih lagi.
"Sudah pasti aku kecewa kendati aku mestinya tidak merasa begitu, jadi aku langsung ke lapangan. Aku tidak layak dapat jeda. Aku kan tidak berlatih di pesawat dalam perjalanan pulang, itu cukup," cetus Serena.
Kini, saat ia tengah berkiprah di Stanford Classic, Serena yang pernah menjadi petenis putri terbaik dunia per 8 Juli 2002 silam, hanya menempati peringkat 169 dunia. Inilah posisi terendahnya sejak bermain semi-reguler pada 1997 silam.
Akibat peringkatnya tersebut Serena harus menggunakan peringkat khusus terkait cedera, agar bisa mengikuti AS Terbuka 2011, yang dihelat pada 29 Agustus mendatang, mengingat hanya 105 petenis teratas saja yang berhak lolos langsung ke ajang itu.
(krs/arp)











































