Setelah empat kali berhasil masuk final ajang Grand Slam tanpa bisa jadi pemenang, Murray akhirnya berhasil menggondol titel pertamanya di AS Terbuka lalu.
Perjalanan Murray jadi pemenang setelah empat kali kandas di final Grand Slam itu sendiri mirip-mirip dengan kisah Ivan Lendl, pelatih yang ia tunjuk di awal tahun 2012. Sebelum menutup karier dengan delapan titel Grand Slam, Lendl memang terlebih dulu mencicipi empat kekalahan di final ajang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja itulah tujuannya," jawab Lendl ketika ditanyakan mengenai peluang Murray menang di Melbourne, seperti dikutip Reuters.
"Tapi saat ini tenis sangatlah sulit dengan adanya (Novak) Djokovic, (Roger) Federer, (Rafa) Nadal dan Andy yang sekarang sama-sama bagus, jadi meraih sukses akan jadi hal yang sulit."
"Ya, ia memiliki peluang (untuk menjuarai Australia Terbuka) tapi saya tak bisa membuat prediksi apa-apa," paparnya.
Mengenai pertanyaan apakah Murray kini dapat mendominasi dunia tenis, sebagaimana dirinya dulu setelah meraih titel Grand Slam pertamanya, Lendl pun menjawab dengan hati-hati.
"Saya takkan membicarakan itu dulu. Satu-satunya cara untuk menjawab adalah untuk menjalani partai satu demi satu, juga satu demi satu turnamen dan melihat apa yang terjadi," sahutnya.
Mengenai strategi apa yang akan diusung Murray untuk meraih prestasi tertinggi di Australia Terbuka, yang akan dihelat pada 14-27 Januari depan, Lendl pun menolak membeberkan.
"Saya tak pernah membicarakan permainannya secara rinci dengan siapapun, karena selain Andy hal itu tidak perlu diketahui oleh orang lain," tegas Lendl.
(krs/roz)











































