Indonesia memang gagal di Piala Sudirman 2013 ini. Tapi penampilan yang ditunjukkan oleh para pebulutangkis 'Merah Putih' di turnamen ini membuat Tommy Sugiarto optimistis.
Indonesia harus tersingkir di Piala Sudirman 2013 setelah dikalahkan China di perempatfinal. Tontowi Ahmad dkk. harus mengakui keunggulan China dengan skor 2-3 yang ditentukan hingga partai terakhir.
Namun kegagalan itu tak membuat Tommy berkecil hati. Dengan performa yang ditunjukkan selama turnamen, dia yakin Indonesia akan kembali berjaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali terakhir--sekaligus pertama--Indonesia menjadi juara Piala Sudirman adalah tahun 1989. Setelah itu, Indonesia enam kali menjadi runner-up. Sisanya, sebanyak lima kali tim 'Merah Putih' selalu berakhir di babak semifinal. Hanya di tahun ini Indonesia gagal ke semifinal.
Meski kalah, Tommy mendapatkan banyak pelajaran. Dengan tim yang dinilai makin kompak, dia mengaku makin percaya diri untuk bisa bersaing dengan China.
''Tentunya makin percaya diri, bagaimana mengatasi dominasi China. Saya yakin, karena Indonesia termasuk negara kuat. Sekarang tergantung kita, bagaimana mempersiapkan diri, berlatih dan berjuang,'' sambung pebulutangkis berusia 24 tahun itu.
Penampilan Tommy di Piala Sudirman boleh dibilang kurang mengesankan. Di partai kedua babak perempatfinal Piala Sudirman antara Indonesia vs China, Tommy harus mengakui keunggulan Chen Long, setelah sebelumnya kalah dari pemain yang sama.
''Saya harus bisa menunjukan penampilan lebih baik. Insya Allah lebih matang. Nanti kan ada Indonesia Open, bisa menjadi ajang untuk saya lebih baik,''
Indonesia akan menggelar Indonesia Open 2013, yang akan diikuti oleh beberapa negara, seperti China, Jepang, Korea dan Denmark pada 10-16 Juni di Istora Senayan.
Tim Piala Sudirman Indonesia telah bertolak ke Tanah Air pagi ini, Sabtu (25/5/2013) bersama seluruh rombongan, baik pemain, pelatih dan pengurus. Mereka telah meninggalkan hotel sejak pukul 06.00 pagi.
(/)











































