Β
Simulasi Piala Uber yang bergulir Sabtu (26/4/2014) di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah menjadi ajang penting bagi Pia/Rizki. Ganda putri berperingkat kesembilan dunia itu harus mengembalikan gairah untuk menang.
Β
Penampilan Pia/Rizki pada dua turnamen terakhir, India Grand Prix Gold dan Singapura Super Series, tak mencapai target yang dipatok untuk menyamai perolehan tahun lalu. Akibatnya poin yang dibawa pulang pun sedikit.
Β
Keduanya harus puas menutup pekan ini dengan ranking kesembilan dunia. Posisi itu dilampaui ganda putri Indonesia lainnya, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, yang ada di urutan ketujuh.
Β
Menurut Pia penurunan performa itu akibat rasa jenuh yang dirasakan belakangan. Dia pun ingin segera menghapus rasa bosan itu.
Β
"Saya menganggap simulasi jadi latihan dengan tetap tampil sebaik-baiknya. Selain itu karena penampilan (di turnamen perorangan) sedikit menurun, makanya seperti ada keharusan untuk mengembalikan gairah untuk menang, bukan hanya memperbaiki teknik," ucap Pia.
Β
"Simulasi menjadi momen yang pas. Meski Suci/Tiara adalah pasang muda, tapi mereka pernah mengalahkan kami. Itu jadi tantangan untuk menang atas mereka,β kata adik Markis Kido itu.
Β
Pada simulasi besok Pia/Rizki menjadi ganda kedua tim Uber Indonesia A bersama Bellaetrix Manuputty, Greysia/Nitya, Hanna Ramadini, dan Adriyanti Firdasari. Pia/Rizki akan berjumpa dengan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah.
(fem/din)











































