Bulan depan ajang Piala Sudirman kembali digelar, dan Indonesia kembali dihadapkan pada misi untuk membawa pulang turnamen "buatan" sendiri itu.
Piala Sudirman -- namanya diambil dari mantan pemain dan pendiri Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) -- sudah digelar 13 kali sejak tahun 1989, dan dihelat setiap dua tahun.
Di edisi pertama, turnamen beregu campuran itu dimenangi anak-anak Merah Putih. Tapi sejak itu, tak pernah sekali pun Sudirman pulang ke Indonesia. Bahkan, dalam tiga edisi terakhir, Indonesia tak pernah bisa menembus babak final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, prestasi Indonesia di kancah bulutangkis memang belum benar-benar bangkit. Kita sudah lama pula tidak memenangi Piala Thomas dan Uber, sementar pretasi individu-individunya pun masih stagnan.
Bulan lalu, misalnya, tidak satu pun wakil Indonesia naik podium juara di turnamen bergengsi, All England.
Detiksport bekerja sama dengan PP PBSI dan Kemenpora hari Selasa besok, 31 Maret 2015, akan mengadakan Sport Forum bertajuk "Bulutangkis Saat Ini dan Peluang di Piala Sudirman 2015".
Rencananya pembicara yang akan tampil adalah Menpora Imam Nahrawi, Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan, serta mantan pemain Taufik Hidayat dan pengamat olahraga Dr. Hari Setijono. Sejumlah mantan pemain juga diharapkan hadir untuk urun suara.
Acara akan dimoderatori oleh dua kolumnis detiksport: Zen Rs dan Pangeran Siahaan, mulai jam 2 siang sampai pukul 16.00 WIB, di kantor redaksi detikcom: Aldevco Octagon Building, Jln. Warung Buncit Raya No. 75, Jakarta Selatan.
Anda ingin mengikuti forum ini? Kami sambut dengan senang hati, dan silakan mendaftar di sini. Kami tunggu!
Β

(a2s/fem)











































