PP PBSI mengakui bahwa nomor ganda putra dan ganda campuran tetap diandalkan untuk mendulang emas di Olimpade 2016. Meski tak menampik fakta nomor-nomor lain diminta juga bisa membuat gebrakan tahun depan.
Belakangan ini memang peran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, memang begitu vital untuk menjaga prestasi bulutangkis Indonesia. Sebab boleh dibilang hanya dari mereka medali-medali juara bisa terus diukir.
Meski di Asian Games 2014 lalu ada kejutan manakala ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari bisa membawa pulang emas ke Tanah Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dalam waktu dekat ini Indonesia punya dua kejuaraan penting, yakni Piala Sudirman yang dilanjutkan Kejuaraan Dunia yang digelar di Jakarta, serta tentunya perhelatan Olimpiade 2016 di Rio de Janiero, di mana Indonesia tentu ingin meraih emas setelah di gagal total di London 2012.
Maka dari itu PBSI meminta untuk atlet-atlet di nomor lain, seperti tunggal putra dan putri untuk bisa step up demi menambah harum nama Indonesia di kancah internasional.
"Yang saat ini jadi andalan pelatnas ada dua nomor, ganda campuran dan ganda putra. Ini yang memang proyek prioritas Olimpiade. Tapi juga yang tidak kita lupakan atlet-atlet muda, ada 66 atlet kami persiapakan," ujar Kabid Pelatnas PP PBSI, Ricky Subagja, dalam acara Sport Forum yang diadakan oleh detikSport di Gedung Aldevco, Warung Buncit Raya, Jakarta, Selasa (31/3)
"Jadi selain Olimpiade, kami juga memprioritaskan atlet-atlet muda dan junior. Di tunggal putra yang saat ini masih prestis belum terlihat. Di 2014 kita raih emas, tapi kami tetap kerja keras supaya jangan hanya mengandalkan di ganda campuran dan ganda putra, namun ganda putri," sambung Ricky.
Detiksport bekerja sama dengan PP PBSI dan Kemenpora mengadakan Sport Forum bertajuk "Bulutangkis Saat Ini dan Peluang di Piala Sudirman 2015".
Acara ini dimoderatori oleh dua kolumnis detikSport: Zen Rs dan Pangeran Siahaan, mulai jam 2 siang sampai pukul 16.00 WIB. Beberapa pembicara seperti Ketua Umum PP PBSI, Gita Wirjawan, serta mantan pemain, Taufik Hidayat, dan pengamat olahraga, Dr. Hari Setijono, juga hadir.
(mcy/mrp)











































