Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ternyata sangat menggilai badminton. Ada filosofi tersendiri dari bulutangkis yang ia terapkan dalam pekerjaannya.
Tadi pagi (1/5/2015) Bambang mengajak sejumlah wartawan termasuk detiksport untuk membuktikan bahwa dirinya adalah penggemar berat olahraga yang satu ini. Ia tiba di GOR Asia Afrika, Senayan, Jakarta, jam 10, dan di sana dia sudah ditunggu pelatihnya, M. Fahroji.
Menenteng tas raket, bercelana pendek dan berkaus hitam, dia segera menuju lapangan satu. Setelah melakukan peregangan sebentar, dia pun langsung menepok-nepok si bulu angsa. Sepuluh menit pemanasan, dia pun bersiap main ganda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bebas," balas Bambang sembari mengayun-ayunkan raket.
Satu gim berlalu. Bambang dan kawan-kawan melanjutkan ke gim kedua. Istirahat sejenak, mereka melanjutkan permainan ke gim ketiga. Usai bermain, Bambang langsung menghampiri awak media yang menanti di tribun penonton.
"Saya harus ganti baju dulu atau tidak nih?" canda pria kelahiran Jakarta 3 Oktober 1966 itu, mengacu pada tubuhnya yang bersimbah keringat.
Dari obrolan santai itu bergulir cerita bahwa Bambang memang hobi bulutangkis sejak masih duduk Sekolah Dasar. Belajar otodidak, hobi itu bahkan awet dan 'dibawa' sampai ke Amerika Serikat saat dia bersekolah magister di University of Illionis.
"Jaman dulu 'kan televisi cuma satu dan bulutangkis menjadi salah satu tontonan yang selalu ditayangkan TVRI. Semua anak bermain bulutangkis. Siapa yang tak suka dengan bulutangkis kalau begitu," ucap Bambang membeberkan kenangannya tentang badminton.
"Sayang ya, malah sekarang kok tidak ada televisi nasional yang rutin menayangkan bulutangkis, padahal pertandingan internasional makin banyak," keluh pria berkaca mata itu.
Kendati tontonan berkurang, tapi Bambang tetap setia dengan hobi itu. Bahkan sejak tiga tahun lalu ia lebih serius menjadwal rutin bermain bulutangkis.

"Kebetulan lokasi GOR dekat dengan rumah. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Sabtu dan Minggu saya latihan di sini. Kalau ada halangan saya cari jadwal pengganti, seperti hari ini," tuturnya.
Dalam satu sesi latihan biasanya Bambang menghabiskan waktu satu sampai dua jam, bermain tiga sampai empat gim.
"Semua diurus sama Pak Ozi. Saya tinggal datang dan latihan. Lawan latih tandingnya bisa siapa saja. Saya tidak punya grup khusus," ucap dia.
Waktu ditanya siapa pemain idolanya, Bambang dengan mantap menyebut Rudi Hartono. Menurut dia, hingga kini belum ada yang bisa menyamai kehebatan legenda peraih 8 gelar All England itu.
"Pemain idola cukup banyak, tapi yang paling the best tetap Rudi Hartono. All time. Teknik dan mental. Pemain-pemain penerusnya tidak punya mental dan teknik yang setara dengan dia. Makanya saya terus berlatih bulutangkis biar seperti dia hehehe...
"Pengen sih bisa sparring sama dia. Tapi ya nggak mungkin kali ya. Lagipula saya harus menakar kemampuan juga kan," selorohnya.
Saking senangnya pada bulutangkis Bambang sampai punya filosofi tersendiri tentang permainan yang satu ini. Dari bulutangkis, katanya, seseorang bisa mengasah kemampuannya untuk berpikir cepat.
"Sebagai menteri keuangan yang menjalankan strategi keuangan, saya harus punya strategi. Seperti sekarang kondisinya sedang turun, kami harus cari cara untuk membalikkan itu. Cara untuk membalikkan siklus itu ya dari pemerintah. Investasi infrastruktur harus segera jalan. Itu seperti di bulutangkis. Kapan harus smes, kapan harus dropshot, atau main reli. Keputusan harus diambil cepat," papar dia.
Bambang juga berpikir untuk ikut menggairahkan animo masyarakat pada bulutangkis, yang juga merupakan cabang olahraga yang paling sering mengharumkan nama negara di kancah internasional.
"Sepertinya bagus juga ya, bikin turnamen bulutangkis di level kementerian keuangan," kelakar dia.
Oke, Pak, smes terus yaa....
(fem/a2s)











































