Maria Sharapova mempunyai misi besar dalam semifinal Wimbledon kali ini. Petenis Rusia itu bertekad menjejak final lagi dan menghentikan 16 kekalahan beruntun dari Serena.
Rivalitas Sharapova dan Serena memang amat sengit. Tak hanya bergulir di atas lapangan, tapi juga di luar lapangan.
Sharapova pernah membuat kejutan dengan menyingkirkan Serena pada final Wimbledon di tahun 2004. Sharapova menjadi juara Grand Slam di usia 17 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktanya, Sharapova hanya bisa mencuri satu set kemenangan atas Serena dalam tujuh tahun terakhir dalam pertemuan di lapangan rumput.
Sharapova pun bertekad bisa menghentikan rentetan hasil kurang oke itu. Petenis 28 tahun itu siap bekerja ekstra keras untuk mencapai misi dia pada semifinal yang bergulir pada Kamis (9/7/2015).
"Aku rasa setiap pertemuan akan jadi pertandingan yang baru. Aku tak mempunyai keberhasilan besar dalam pertemuan-pertemuan dengan dia. Aku bertekad untuk mengubahnya. Seperti itulah misiku," kata Sharapova seperti dikutip BBC.
"Sejatinya sudah tak ada rahasia apapun dalam permainan kami, tapi ini akan menjadi momen yang luar biasa buatku untuk unjuk gigi di Centre Court menghadapi dia.
"Memang tak akan ada jalan mudah untuk sebuah kemenangan. Kamu harus bersiap dengan kejutan-kejutan. Seperti itulah menurut pendapatku," jelas dia.
(fem/din)











































