KONI Bagikan Sisa Bonus Olimpiade Atlanta
Selasa, 08 Mar 2005 19:38 WIB
Jakarta - Bonus Olimpiade Atlanta 1996 ternyata belum sepenuhnya diterima oleh para peraih medali. Hari ini, KONI akhirnya membagikan sisa dana yang belum diterima atlet. Total bonus yang dibagikan kepada para peraih medali adalah Rp 350 juta. Para atlet yang menerimanya adalah: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (masing-masing Rp 500 juta), Mia Audina (Rp 50 juta), Denny Kantono/Antonius Budi (masing-masing Rp 15 juta) dan Susi Susanti (Rp 20 juta).Sementara pelatih yang menerimanya adalah: Atik Jauhari, Christian Hadinata dan Leung Chau Ha. Masing-masing memperoleh Rp 12.5 juta. Bonus yang diberikan kepada pemain di Gedung KONI Pusat, Senayan, Selasa (8/3/2005), merupakan sisa dari bonus olimpiade yang dijanjikan KONI saat digelar Olimpiade Atlanta 1996. Sebagai informasi, peraih medali emas yaitu pasangan Ricky/Rexy menerima bonus Rp 1 miliar, peraih perak tunggal Mia Audina menerima Rp 250 juta, sedangkan peraih perunggu tunggal Susi Susanti dan ganda Denny/Antonius meraih masing-masing Rp 100 juta dan Rp 150 juta. Dijelaskan Denny Kantono, ketika itu dirinya hanya menerima 20 persen bonus berupa uang cash. Sisanya, 80 persen, diberikan dalam bentuk asuransi. Dana asuransi tersebut juga dicairkan dalam empat tahap. "Setiap tahapan sebelum sekarang cair nilainya sepuluh persen dari sisa bonus. Yang diberikan hari ini merupakan tahapan yang terakhir," kata pasangan Antonius Budi ini. Sedianya dana asuransi tersebut baru dicairkan PT Asuransi Ekalife pada bulan Desember tahun ini, namun KONI bersedia menalangi agar dananya dapat dinikmati atlet sekarang juga.Dijelaskan Ketum KONI Pusat, Agum Gumelar, bonus merupakan bentuk penghargaan KONI terhadap atlet. Selain itu bonus tersebut juga diharapkan bisa memicu atlet muda agar berjuang sama kerasnya dengan pendahulunya."Bonus sama dengan penghargaan. Mereka telah mengangkat harkat bangsa Indonesia di forum internasional. Bonus juga sebagai pemicu semangat atlet yang sedang dipersiapkan menuju kejuaraan level dunia," tandasnya. (mel/)











































