Ihsan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal turnamen berhadiah total 900 ribu dolar AS tersebut. Ihsan gagal mengatasi pemain Malaysia, Lee Chong Wei, lewat laga dua gim 9-21, 18-21 dalam laga yang bergulir di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (4/6/2016).
Kegagalan Ihsan itu membuat Indonesia tanpa wakil di final. Dipastikan dalam tiga tahun terakhir Indonesia tak meraih gelar apapun dari Indonesia Terbuka. Gelar juara terakhir yang didapatkan adalah pada tahun 2013 oleh Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer tim Indonesia untuk Indonesia Terbuka, Ricky Soebagdja, mengaku kecewa dengan pencapaian para pebulutangkis tahun ini. Sebab, sebelum turnamen bergulir, PBSI percaya diri mematok target tiga titel.
"Dalam Indonesia Open ini saya memang ditunjuk sebagai tim manajer Indonesia, khususnya pemain pelatnas. Dengan jumlah atlet pelatnas 44 pemain ternyata hanya sampai di babak semifinal. Secara pribadi ada kekecewaan dengan hasil ini dibanding dengan target yang disampaikan di awal. Kami telah gagal karena tak ada gelar satupun. Itu jadi catatan besar," kata Ricky kepada wartawan.
"Kami targetkan ke nomor-nomor ganda karena merekalah yang layak. Target itu bukanlah beban, tapi memang sudah kelas mereka untuk tampil di sini dan menjadi juara. Tapi, mereka justru kalah di babak awal," tutur dia.
"Sedikit hiburan justru ditunjukkan pemain-pemain muda. Sektor tunggal putra sampai semifinal dan ganda putri memberikan kejutan dengan bertahan sampai di babak perempatfinal.
"Sampai sejauh ini saya cukup gembira dengan laju para pemain muda, terutama nomor tunggal putra dan ganda putri. Pemain-pemain muda bisa menunjukkan lebih. Walaupun tersingkir, tapi penampilan mereka bagus," ucap dia.
(fem/roz)











































