Sony yang Lebih Relaks Kini

Sony yang Lebih Relaks Kini

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Jumat, 24 Feb 2017 17:20 WIB
Sony yang Lebih Relaks Kini
Foto: Djarum Badminton
Surabaya - Sony Dwi Kuncoro sempat depresi saat dicoret dari pelatnas pada 2014. Kini dia menikmati hidup dengan lebih santai.

Sony berhasil melewati masa-masa berat usai terdepak dari asrama Cipayung. Sempat ogah-ogahan berlatih dan mengikuti turnamen lagi, Sony berhasil menunjukkan dirinya belum habis. Dia bahkan mampu menjadi juara Singapura Terbuka Super Series 2016.

Baru-baru ini Sony memberikan prestasi lewat cara lain. Dia meresmikan GOR miliknya, Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall yang ada di Surabaya pada 10 Februari 2017. Istimewanya, GOR itu dibangun Sony dengan koceknya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Baca Juga: Sony dan Cederanya: Seperti Angkot Rusak yang Dipaksa Terus Bekerja]

Sony pun merasakan kebahagiaan yang paripurna. Apalagi, beberapa pemain dunia yang bermain di Djarum Superliga Badminton 2017 telah menyinggahi GOR miliknya itu.

Bapak dua anak itu pun mengenang susah senang di masa-masa jayanya. Saat-saat dia masih di pelatnas dibandingkan kini ketika dia telah menjadi pemain bebas.

"Sukanya saat di pelatnas itu, pertama saya ke Jakarta bisa bawa nama untuk saya dan keluarga karena menang itu ya suka. Kalau juara itu pasti sukanya ya banyak. Kalau latihan itu pasti kan tidak ada yang suka, duka semua isinya. Keringetan, capek, ya sakit, menderita," kata Sony.

[Baca Juga: Sony Dwi Kuncoro Menaruh Kebanggaan dan Masa Depan di GOR Enam Lapangan]

"Di luar itu, kalau kami kalah atau sedang menurun, kadang-kadang banyak omongan dari orang lain. 'Sony sudah habis, ini itu'. Padahal mereka tidak tahu di dalam kami juga tidak tidur, kami tidak diam. Belum lagi kalau cedera atau hal lainnya. Itu yang jadi dukanya. Tapi ya namanya suka-duka, di manapun pasti ada lah ya. Tidak cuma di pelatnas. Tapi ya saya nikmati.

"Sekarang saya pulang ke Surabaya jadi lebih enjoy, bisa terserah mau bagaimana tidak ada yang bisa ngomongin. Kalau ada orang yang bilang 'wah, kalah' ya tidak mau tahu, ini biaya juga biaya saya sendiri.

"Mau di sana jalan-jalan ya apa urusannya. Kalau di pelatnas, orang bisa ngomongin. Jadi ya, enjoy saja. Saya nikmati saja lah," ucap pria 32 tahun itu.


(raw/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads