detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 21 Apr 2018 14:01 WIB

Ambisi Fitriani Dongkrak Prestasi Bulutangkis Tunggal Putri

Mercy Raya - detikSport
Fitriani terinspirasi R.A Kartini. (Foto: Tim Humas dan Media PP PBSI) Fitriani terinspirasi R.A Kartini. (Foto: Tim Humas dan Media PP PBSI)
Jakarta - "Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam."

Kalimat R.A Kartini itu boleh jadi merupakan motivasi pebulutangkis Indonesia, Fitriani, dalam memaknai perjalanan prestasinya di sektor tunggal putri.

Datang dari keluarga bukan kurang mampu, Fitriani membangun asanya untuk bisa menjadi pebulutangkis terbaik di kancah internasional.

Fitri dikenal setelah menjadi pusat perhatian di GOR Lila Bhuana, Denpasar, pada tiga tahun lalu. Saat itu, dia membuat kejutan dengan mengalahkan Firda--sapaan karib Adriyanti Firdasari--, pemain berpengalaman dan pernah jadi nomor satu nasional yang memperkuat Jaya Raya Jakarta, pada laga perdana babak penyisihan Grup C Djarum Badminton Superliga 2015.

Kemenangan ini sekaligus sebagai tolok ukur dirinya yang baru saja naik kelas senior kala itu. Perlahan tapi pasti, Fitri pun kerap membuat kejutan dengan beberapa kali tampil impresif di beberapa turnamen internasional. Tak terkecuali saat Piala Uber dua tahun lalu. Dia mengalahkan tunggal kedua Bulgaria, Petya Nedelcheva, yang telah menjalani karier profesionalnya sejak 1999. Sementara laga Piala Uber masih perdana untuknya.


Saat ini pun, Fitri menjadi satu-satunya tunggal putri berperingkat paling tinggi di usia yang relatif muda, 19 tahun, ketimbang Hana Ramadini, dan Dinar Dyah Ayustine, yang usianya terpaut tiga tahun.

Akan tetapi, Fitri tak puas begitu saja. Dia memiliki ambisi untuk dapat membangkitkan tunggal putri seperti zaman dulu. Dia mencontohkan sosok Susy Susanti yang menurutnya merupakan Kartini di zamannya.

"Ci Susy itu perjuangannya keras banget makanya bisa sampai seperti sekarang. Beliau juara setiap turnamen, All England, Olimpiade, itu tentu butuh perjuangan. Makanya, sebisa mungkin saya ingin berprestasi seperti dia. Bahkan jika bisa lebih," kata Fitri kepada detikSport, Jumat (20/4/2018).

Dia pun menyadari, prestasi yang tinggi tak akan berhasil tanpa adanya perjuangan. "Tentu saya berusaha dengan cara latihan lebih keras lagi. Selain itu, hasil pertandingan dijadikan pembelajaran untuk ke depan seperti apa," katanya kemudian.

Bukan sekadar ingin, pemain berperingkat 34 dunia ini, juga kerap dibuat gemas karena sulitnya menyetarakan prestasi tunggal putri dengan sektor lain, seperti ganda putra, ganda campuran, bahkan tunggal putra yang kini tengah naik daun.


"Gemas sih pasti gemas. Tapi yang penting kami harus berusaha dulu semaksimal tinggal tunggu waktunya saja. Masalah iri (dengan sektor lain) enggak sama sekali justru menjadi motivasi bagi saya bahwa tunggal putri itu bisa," ungkap dia.

Pebulutangkis kelahiran Garut ini pun berharap Piala Uber yang berlangsung bulan depan di Bangkok, Thailand, dapat memenuhi target yang dipatok PBSI, minimal tembus semifinal.

"Yang paling penting semua tim Uber diberi kesehatan dulu sampai di sana dan masing-masing sektor bisa menyumbang poin untuk tim. Pokoknya, fokus satu per satu semoga target dari PBSI tercapai," harap dia.

(mcy/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed