detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 27 Apr 2018 13:35 WIB

PR Besar Pelatih Setelah Ganda Putra Habis di Kejuaraan Asia Bulutangkis

Mercy Raya - detikSport
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Yves Lacroix/Badminton Photo) Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Yves Lacroix/Badminton Photo)
Jakarta - Pelatih pelatnas bulutangkis ganda putra, Herry Iman Pierngadi, memiliki cukup banyak pekerjaan rumah setelah kekalahan dini empat ganda putranya di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2018. Apa saja?

Digadang-gadang membawa satu gelar, ganda putra justru satu persatu rontok di babak-babak awal. Empat pasangan yang dikirimkan yakni Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Fajar Alfian/Muhammad Rian, dan Berry Angriawan/Hardianto terhenti di babak kedua dalam turnamen di Wuhan, China pekan ini.

Baca Juga: Tunggal dan Ganda Putra Rontok di Kejuaraan Asia, Alarm Peringatan untuk PBSI

Herry mengatakan hasil ini di luar target yang dibuat. Dia menyebut para pemain terlambat mengantisipasi pola permainan lawan, secara khusus pola permainan bola berat di medan laga yang berbeda.

"Musuh itu sudah tahu kelemahan ganda-ganda putra Indonesia jika main dengan bola yang berat. Ketika kami mengangkat bola, mereka tak mau main dengan pola kami. Akhirnya, mereka mengubah pola main. Itu menjadi pekerjaan rumah untuk saya bagimana mengantisipasinya," kata Herry kepada detikSport, Jumat (27/4/2018).

"Sebenarnya, sudah kami antisipasi saat bermain dengan kondisi bola berat, tapi tak bisa main dengan cara biasa. Artinya, harus disiapkan startegi lain di luar kebiasaan. Sebab cara main, pola main, itu berpengaruh dengan shuttle kock di setiap negara," ujar dia.

Baca Juga: Pelatih Ambil Sisi Positif Kekalahan Hendra Setiawan cs di Kejuaraan Asia

"Tapi ini bukan jadi alasan dan memang kendalanya seperti itu. Ini PR buat saya dan menyiapkan bahwa ke depan harus bisa bermain di segala medan, segala lapangan, segala bola," ucapnya.

Kejuaraan Asia merupakan turnamen tahunan dari Federasi Bulutangkis Dunia. Prestasi terakhir dan terbaik atlet Indonesia saat Kejuaraan Bulutangkis Asia 2015. Saat itu, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi runner up setelah kalah dari ganda Korea Lee Yong Dae/Yoo Yeon-Seong.

"Memang kami ingin ada yang masuk final dan juara. Tapi saya menargetkan minimal ada yang lolos semifinal dulu lah, apakah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto atau Ahssan/Hendra. Tapi memang tidak sampai," dia mengungkapkan.

"Tapi jika ingin mundur ke belakang memang di Asia lebih banyak main di China, persentasenya di sana agak kurang. Boleh dikatakan berhasil itu saat Hendra/Ahsan runner up di Kejuaraan Asia, 3-4 tahun lalu. Itu terakhir di final dan terbaik. Nah, kendalanya di sana di bola-bola berat. Jadi kami harus betul-betul menyiapkan pemain untuk segala kondisi. Ya, ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) lah untuk saya," ujarnya kemudian.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed