DetikSport
Jumat 29 Juni 2018, 21:10 WIB

One On One

Christopher Rungkat Gemas Tenis Indonesia Enggak Maju-Maju

Mercy Raya - detikSport
Christopher Rungkat Gemas Tenis Indonesia Enggak Maju-Maju Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Christopher Rungkat tak habis pikir dengan mandegnya regenerasi dan industri tenis Indonesia. Dia bermimpi tenis populer di Tanah Air.

Christo sudah menjadi petenis nomor satu nasional sejak 2008. Boleh dibilang, Christo tak tergantikan.

Berulang kali, Christo menjadi tumpuan Indonesia. Dia jugalah yang selalu menyelamatkan Merah Putih saat di ambang degradasi di Piala Davis. Christo seolah menjadi obat pusing tenis Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir.



Christo senang dengan konsistensinya. Tapi, di sisi lain dia juga miris dengan situasi yang ada.

Petenis kelahiran Jakarta itu menyadari prestasi tenis Indonesia kurang berkembang lantaran tak banyak petenis muda yang berani untuk berjudi di cabang olahraga tersebut. Sebab, sedikit sponsor yang berani berinvestasi di tenis nasional, baik kepada petenis ataupun untuk menggelar kompetisi.

"Saya melihat lihat industri olahraga di Indonesia cukup stagnan. Enggak cuma tenis, tapi semua cabang olahraga lain. Di media liputan yang paling banyak untuk olahraga nasional hanya badminton dan sepakbola," ujar Christo dalam wawancara One on One dengan detikSport.



"Itu menjadi tugas PB Pelti untuk memasarkan tenis. Semestinya, mereka mampu membuat banyak event friendly di setiap minggu. Ayolah coba mengumpulkan penonton dan mengenalkan kepada masyarakat kalau tenis itu fun dan olahraga ini asyik lho. Bisa kok untuk sekadar hobi. Yang penting industri naik biar sponsorship naik," kata dia.

"Pemain junior jadi susah nyari sponsor. Saya berharap kedepannya tenis bisa nyamai industri badminton dan sepakbola," ujar petenis 28 tahun itu.





(fem/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed