detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 27 Jan 2019 20:16 WIB

Ditinggal Liliyana dan Debby Sekaligus, Ganda Campuran Harus Kerja Lebih Keras

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pelatih pelatnas bulutangkis ganda campuran, Richard Mainaky, ditinggal dua pemain sekaligus, Debby Susanto dan Liliyana Natsir. Richard akan kerja ekstra keras mendongkrak prestasi anak asuhnya.

Liliyana dan Debby memutuskan mundur di awal 2019. Mereka menandainya di turnamen Indonesia Masters.

Berpasangan dengan Ronald, Debby terhenti di babak kedua setelah dikalahkan pasangan Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich, dua gim langsung 15-21, 13-21. Sementara, Liliyana bersama Tontowi Ahmad dihentikan pasangan China Zheng Siwei/Huang Yaqiong di partai final ganda campuran. Mereka kalah setelah dipaksa main rubber game dengan skor 21-19, 19-21, dan 16-21.

Melalui kekalahan itu pula mereka kini resmi bebas tugas sebagai pemain pelatnas PBSI. Liliyana dan Debby pensiun.


Richard yang mendampingi sampai akhir karir mereka berdua mengaku sudah siap dengan kondisi tersebut. Kendati diakuinya secara kemampuan, khususnya Liliyana masih bergairah.

"Ya, kalau saya lihat dari kemampuanya hingga saat ini, ya dia masih bergairah. Artinya masih bisa diharapkan. Tapi, kalau dilihat dari faktor lainnya ya memang dia sudah pantas pensiun," kata Richard kepada detikSport di Istora, Senayan, Minggu (27/1/2019).

Menurut Richard, jika Liliyana di Indonesia Masters bisa menembus final maka di Olimpiade 2020, kakak kandung dari Rexy Mainaky, ini memprediksi atletnya masih mampu.

"Tapi ini kan masalahnya jenuh ya. Jadi (sudah susah)," ujar dia.


Baru membayangkan kehilangan Debby dan Liliyana saja, Richard sudah pusing tujuh keliling. Kini, situasi itu benar-benar terjadi. Boleh dibilang satu-satunya pemain senior di sektor tersebut tinggal bersisa Tontowi Ahmad. Kini, mau tak mau dia harus mengorbitkan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan empat pasang lainnya.

"Ya kan dulu sebelum Butet (Liliyana Natsir) memang agak susah ya untuk menyatukan. Satu tahun lebih untuk bisa menyatukan Butet dengan Tontowi. Tapi itu kan tugas saya dan setelah Butet dan Debby mundur saya harus bekerja keras," kata Richard.

"Begitu dengan Tontowi dia harus latihan lebih keras lagi, harus seperti (saat) dia saya pasangkan dengan Butet. Jadi disiplinnya harus tinggi," ujarnya menambahkan.

"Kalau saya lihat itu (pasangan Tontowi) si Winny (Oktavina Kandaw). Dia punya kualitas, setelah ini akan saya bentuk, akan saya pegang benar-benar. Untuk menyatukan dengan Tontowi. Hanya saya kira juga butuh proses waktu, tapi saya yakin pasti bisa," ujar dia.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com