detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 08 Apr 2019 21:02 WIB

PBSI Bebaskan Kevin Sanjaya Cs di Pemilihan Presiden

Mercy Raya - detikSport
PBSI bebaska pebulutangkis pelatnas pilih presiden. (Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto) PBSI bebaska pebulutangkis pelatnas pilih presiden. (Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto)
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengatakan belum menyiapkan administrasi pencoblosan untuk Kevin Sanjaya Sukamuljo dkk. Mereka juga menyerahkan semua keputusan saat hari pemilihan presiden nanti.

Pemilihan umum presiden dan calon presiden akan dilakukan serentak pada 17 April 2019. Tak hanya masyarakat biasa, para atlet juga ikut dalam pesta demokrasi terbesar di Tanah Air tersebut. Termasuk, pebulutangkis pelatnas PBSI.

"Kami belum tahu, kami masih harus koordinasi dulu dengan masing-masing atlet. Apakah mereka terdaftar di mana dan kewajibannya seperti apa? Besok mungkin baru kami bicarakan dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat," kata Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto kepada pewarta Senin (8/4/2019).


Tapi, berkaca empat tahun lalu, kata Budiharto, pebulutangkis diberikan kesempatan untuk kembali ke daerahnya. Itu jika tidak ada turnamen terdekat.

"Kalau ada kegiatan ditempatkan di TPS setempat. Libur juga setengah hari. Jadi kalau mendekati turnamen terdekat libur setengah hari. Kalau Rabu kan sebetulnya hanya latihan setengah hari. Jadi tak ada masalah sebetulnya. Pagi mereka latihan atau dibalik pagi nyoblos dulu baru sore latihan jadi tergantung pelatihnya menentukan programnya," dia menjelaskan.

Budiharto juga menjelaskan sejatinya tak ada larangan untuk ikut terlibat di dalam AD/ART PBSI. Hanya pihaknya tak akan mengarahkan.

"Ajakan pasti ada tapi kami sebagai institusi tak akan melibatkan ke sana. Enggak (ada larangan di AD/ART). Kami tak melarang gimana. Secara individu dipersilakan saja. Tapi secara institusi kami maunya netral. Terserah masing-masing menentukan pilihannya. Toh mereka punya hak untuk itu, kami tak akan mengarahkan atau melarang. Silakan saja. Tergantung keyakinan mereka seperti apa," dia menyarankan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed