detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 26 Mei 2019 12:35 WIB

PR Indonesia untuk Piala Thomas: Ratakan Kekuatan

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Anthony Sinisuka Ginting  (Wahyu Putro A/Antara Foto) Anthony Sinisuka Ginting (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Nanning - Usai gagal di Piala Sudirman 2019, Indonesia ditunggu kejuaraan beregu Piala Thomas-Uber 2020. Agar sukses di Piala Thomas, kekuatan Indonesia harus merata.

Indonesia terhenti di semifinal Piala Sudirman 2019. Kevin Sanjaya Sukamuljo dkk dikalahkan Jepang 1-3 di laga babak empat besar yang digelar di Guangxi Sports Center Gymnasium, Sabtu (25/5/2019).

Kekalahan tersebut memperpanjang puasa gelar Indonesia di kejuaraan beregu. Piala Sudirman terakhir kali dimenangi pada 1989, sementara Indonesia terakhir juara Piala Thomas pada 2002.


Menjelang Piala Thomas pada 2020 yang akan digelar di Denmark, Indonesia berharap bisa membawa pulang trofi. Untuk itu, Indonesia harus meningkatkan kekuatan, terutama di sektor tunggal.

Selama gelaran Piala Sudirman 2019, Indonesia tak pernah kehilangan poin dari nomor ganda putra. Sementara tunggal putra, dari empat pertandingan sejak fase grup, tiga di antaranya berakhir dengan kekalahan masing-masing saat melawan Denmark, Taiwan, dan Jepang.

"Untuk Piala Thomas tahun depan, kami masih punya waktu. Secara kekuatan semua negara merata," ucap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, di Guangxi Sports Center Gymnasium.

"Kami juga berusaha mencapai prestasi tertinggi. Jadi dengan sisa waktu ini kami berusaha untuk mengevaluasi semua hasil yang didapat, khususnya di beregu," ujar dia.

"Di ganda putra kami punya beberapa pemain yang jadi unggulan, tapi di tunggal kami juga harus lebih kuat. Kalau mau jadi juara, ganda dan tunggal harus punya kekuatan merata," dia menambahkan.

(nds/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com