detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 14 Agu 2019 03:40 WIB

Latihan Spesial Ganda Putra untuk Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Mercy Raya - detikSport
Latihan spesial untuk duo ganda putra bulutangkis Indonesia hadapi Kejuaraan Dunia 2019 (Robertus Pudyanto/Getty Images) Latihan spesial untuk duo ganda putra bulutangkis Indonesia hadapi Kejuaraan Dunia 2019 (Robertus Pudyanto/Getty Images)
Jakarta - Kurang dari sepekan digulirkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019, Kevin Sanjaya cs menggeber latihan khusus. Apa itu?

Ganda putra Indonesia menggeber latihan sejak pukul pagi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (13/8/2019).

Di sela-sela latihannya, ada hal menarik dalam pola latihan yang diterapkan oleh Herry Iman Pierngadi. Mereka meminta Kevin Cs untuk berlatih dengan formasi unik. Tidak hanya tiga lawan satu atau dua lawan empat orang seperti kebiasaan, tapi formasi tiga lawan tiga.

Herry menjelaskan, pola latihan tiga lawan tiga merupakan trademark dari gaya latihan Indonesia. Konsep itu pun memiliki tujuan berbeda bagi pelatih yang menerapkannya.






"Pola main tiga lawan tiga itu untuk mengasah penempatan bola dan itu tidak semua orang bisa menerapkannya. Contohnya, kalau dua lawan dua lebih lebar, kalau tiga lawan tiga tak bisa memukul bola dengan asal. Depan ada orang, belakang juga ada, jadi mematangkan penempatan bola. Sementara itu, untuk dua lawan empat banyak defense saling serang," Herry menjelaskan.

Herry menjelaskan formasi tiga lawan tiga sejatinya meneruskan pola latihan yang biasa dilakukan Christian Hadinata. Hanya saja penerapannya diubah dalam bentuk pola latihan.

"Awal mulanya dulu itu setiap kejuaraan kan pasti lapangannya terbatas. Jatahnya hanya dua lapangan, kalau yang main dua pasang, satu pasangnya lagi menganggur. Nah, pola itu lah yang diikuti pemain dunia, tapi tetap pelopornya Indonesia. Jadi saya kembangkan itu," sambungnya.






"Sekarang saya buat pola jadi ada aturannya depan tak boleh ke belakang, begitu pun posisi depan. Mereka harus tetap d posisi masing-masing. Sampai mendapat poin, kemudian berpindah tempat. Jadi saya mengembangkan apa yang diterapkan Koh Chris."

Bagi Herry, pola itu tidak hanya diterapkan pada saat latihan, tapi saat persiapan turnamen dan kejuaraan penting sekelas Olimpiade.

"Kami kan selalu bawa sparring setiap kejuaraan penting. Apalagi nanti pas Olimpiade di Jepang, tidak jauh. Jadi masih bisa diterapkan," demikian pelatih yang dijuluki Coach Naga Api oleh fans tersebut.




Simak Video "Usai Tanding Mati-matian, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian Saling Puji"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed