detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 30 Agu 2019 20:14 WIB

Laju Sip Hendra/Ahsan di Usia Tua Bikin Kevin dkk Melongo

Mercy Raya - detikSport
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan membuat pebulutangkis pelatnas lain tak ahbsi mengerti. (Hafidz Mubarak/nz/ ANTARA FOTO) Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan membuat pebulutangkis pelatnas lain tak ahbsi mengerti. (Hafidz Mubarak/nz/ ANTARA FOTO)
Jakarta - Pelatih pelatnas bulutangkis ganda putra, Herry Iman Pierngadi, tak menyangka prestasi Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kian sip. Junior mereka gagal paham.

Hendra/Ahsan menunjukkan konsistensi, meski telah terdaftar sebagai atlet profesional. Terbaru, mereka baru saja meraih gelar juara dunia ketiganya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019.

Gelar juara itu menjadi yang ketiga sepanjang tahun ini setelah juga menjuarai All England dan Selandia Baru Terbuka 2019.Titel itu juga menandai tujuh kali mereka berada di final sepanjang tahun ini.


"Di luar perkiraan saya mereka bisa stabil begitu. Saya juga tak tahu pemain negara lain (menanggapinya seperti apa), tetapi seperti Kevin Sanjaya, Marcus Gideon, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto itu bilang. 'Koh, kok kalau latihan mereka (Hendra/Ahsan) gampang sekali dikalahkan, kenapa saat tanding susah ya.' Mereka tanya seperti itu, karena kalau game mutar itu Hendra memang jarang menang," kata Herry di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jumat (30/8/2019).

"Ya, saya cuma bilang itu lah pemain senior. Kelebihan mereka itu matang, walau kondisi kritis mereka bisa mengatasinya karena pengaruh jam terbang. Mental mereka bagus. Coba lihat final kemarin, secara fisik mereka kalah, tapi mental Hendra/Ahsan mantap," dia melanjutkan.

Kendati di luar ekspektasi, pelatih yang dijuluki fan bulutangkis Coach Naga Api, itu menyadari ada hal besar yang menjadi tanggung jawab mereka. Itulah yang menjadi bahan bakar motivasi mereka.

"Ya itu kan motivasinya bapak-bapak. Memang harusnya pemain-pemain muda kami ikuti mereka. Walau demikian tanggung jawab mereka hebat. Saat pertandingan jarang panik. Minions (Kevin/Marcus) saja masih suka panik," ujar dia.

"Kembali lagi mental mereka bagus, stabil, dan konsisten. Sekarang juga mereka mainnya lebih safe, penempatan bolanya bagus. Kalau memukul itu dipikirkan sekali, penempatannya seperti apa," dia menambahkan.

Kestabilan Hendra/Ahsan bisa jadi bakal mengusik Kevin/Marcus, yang saat ini berada di peringkat satu BWF. Saat ini, Hendra/Ahsan menempati peringkat pertama kualifikasi Olimpiade Tokyo dengan 53.007 poin, sedangkan Kevin/Marcus berada di peringkat empat dengan perolehan 40.343 poin. Dengan poin itu, Hendra/Ahsan juga menjadi ancaman lengeser Kevin/Marcus.

"Saya siapapun yang juara (Olimpiade) saya senang," kata pelatih berusia 57 tahun ini.



Simak Video "Masuk Final, Hendra/Ahsan Vs Kevin/Marcus di Denmark Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com