detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 16 Sep 2019 18:27 WIB

Dikalahkan Selandia Baru di Piala Davis, Mental Pemain Indonesia Disorot

Mercy Raya - detikSport
Tim Indonesia kalah 1-3 dari Selandia baru di Piala Davis 2019 (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) Tim Indonesia kalah 1-3 dari Selandia baru di Piala Davis 2019 (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia, Rildo Anwar, tak menampik rasa kecewanya setelah timnya menuai hasil buruk di Piala Davis 2019. Mental jadi evaluasi timnasnya.

Indonesia menghadapi Selandia baru di Piala Davis 2019 Grup II zona Asia/Oceania. Dalam pertandingan di di Lapangan Tenis kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Sabtu-Minggu (14-15/9/2019), Indonesia kalah 1-3.

Nomor tunggal yang jadi andalan di hari pertama tak mampu mencuri poin. M. Rifqi Fitriadi kalah dari Ajeet Rai 6-7 (7), 3-6 di partai pertama. Di partai kedua, David Agung Susanto harus mengakui keunggulan Rhett Purcell 6-3, 4-6, 0-6.

Di nomor ganda, Anthony Susanto/David Agung Susanto juga kalah dua set langsung dari Marcus Daniell/Michael Venus 0-6, 3-6. Hanya Ari Fahresi yang menyumbang poin usai mengalahkan Ajeet Rai 6-3, 2-6, 10-7.


Dengan hasil ini, Indonesia harus berjuang di babak playoff Grup II pada Maret 2020. Jika kembali menelan kekalahan, maka David dkk akan turun ke kasta terbawah yakni Grup III.

"Sebenarnya mereka (Rifqi dan David) harusnya menang. Sebab, mereka lebih dulu unggul di set awal, tapi ya kembali lagi ini game, kemenangan ditentukan di poin akhir," kata Rildo kepada detikSport, Senin (16/9/2019).

"Ya, ini kembali lagi ke mental anak-anak, karena dari segi permainan mereka sebenanya sudah imbang. Tetapi dari jam terbang kelihatan sekali lawan memang sudah profesional, meski tak seharusnya kalah juga," dia menjelaskan.

"Jadi memang mentalnya yang harus diperbaiki supaya mereka siap bertanding dalam kondisi atau tekanan apapun," ujar dia.


Hasil Piala Davis sejatinya dijadikan tolok ukur jelang SEA Games 2019 Filipina. Karena itu, Pelti sudah menyiapkan program untuk mengasah mental David dkk dengan mengirim mereka ke turnamen nasional maupun open.

"Seperti di Tennis Open sebeum Davis Cup itu kan tiga pekan berturut-turut. Nanti kami akan berusaha mencari lagi dengan cara meminta wild card ke negara lain, semisal di Kuala Lumpur dan Thailand," kata Rildo.

"Bulan depan rencananya kami akan ada kejuaraan tenis juga bulan depan. Itu open dan semoga banyak petenis-petenis internasional yang datang dengan harapan itu bisa meminimalisir tekanan mental mereka," dia melanjutkan.

Meski babak belur di Davis Cup, Rildo tetap yakin timnas tenis Indonesia bisa memberikan hasil terbaik di SEA Games yang berlangsung 30 November sampai 11 Desember.

"Target kami sejak awal tak berubah dua emas dari ganda campuran, ganda putra atau ganda putri. Besok mereka sudah kembali latihan di Pejompongan," kata Rildo.

Dikalahkan Selandia Baru di Piala Davis, Mental Pemain Indonesia Disorot


Simak Video "Jokowi Resmikan Lapangan Tenis di GBK"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com