detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 27 Sep 2019 16:38 WIB

Praveen/Melati dan Vito Angkat Koper di Perempatfinal Korea Open

Femi Diah - detikSport
Foto: dok. Humas PBSI Foto: dok. Humas PBSI
Incheon - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tersingkir di babak perempatfinal turnamen bulutangkis Korea Open 2019. Shesar Hiren Rhustavito juga kalah.

Dalam pertandingan di Incheon Ariport Skydome, Jumat (27/9/2019), Praveen/Melati kalah dua gim langsung Zheng Siwei/Huang Ya Qiong (China) dengan skor 10-21, 18-21, Laga bergulir hanya 23 menit.

"Tadi gim pertama kami kalah start, setelah itu enggak bisa mengejar lagi. Gim kedua, kami sudah mulai mendapatkan permainan, tapi masih banyak mati sendirinya. Saat pertengahan gim kedua sudah enak, tapi ternyata masih belum dapat," kata Melati dalam rilis PBSI.

"Benar kata Meli (Melati), game pertama kami telat banget startnya. Harusnya hal ini nggak boleh terjadi, karena start awal itu penting," Praveen menimpali.


Kekalahan dari ganda campuran nomor satu dunia, Zheg/Huang itu menjadi kali keenam yang dituai Praveen/Melati. Mereka belum sekalipun bisa memetik kemenangan atas pasangan dari Negeri Panda itu.

"Mereka pasangan nomor satu yang sudah banyak gelar juaranya. Mereka juga klop dan ulet di lapangan. Pemain putranya juga punya serangan yang bagus. Kami berdua harus mengasah lagi skill masing-masing untuk bisa lebih baik," ujar Praveen.

"Semuanya harus ditingkatkan. Dari individunya juga harus lebih baik," Melati menimpali.

Kekalahan Praveen/Melati membuat Indonesia hanya meloloskan satu wakil ke semifinal ganda campuran. Yakni, melalui pasangan muda Rinov Rivaldy/Pitha haningtyas Mentari.

Vito Kandas

Di laga lain, Vito, sapaan karib Shesar iren Rustavito, juga memetik hasil negatif. Dia dikandaskan oleh juara bertahan, Chou Tien Chen (Taiwan) dua gim langsung 18-21, 9-21.

"Dia pemain matang dan enggak gampang juga dimatikan oleh dia. Di awal sebenarnya sudah benar strateginya, di depannya jangan mau kalah. Tapi, saya kurang bisa memanfaatkan kesempatan. Harusnya bisa poin malah mati sendiri. Di game kedua strategi saya kaya sudah terbaca lawan. Mau ubah strategi sudah sudah tertekan terus sama lawan," kata Vito.

"Saya sudah coba buat keluar dari tekanan lawan. Tapi, saya juga masih sering mati sendiri. Hal itu yang harus saya kurangi ke depannya. Mainnya harus lebih hati-hati. Bola-bola saya juga harus lebih menyusahkan buat lawan," Vito menambahkan.



Simak Video "Jonatan Christie dan Praveen/Melati Senasib di Japan Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com