detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 10 Okt 2019 18:28 WIB

Cerita Monica Seles yang Ditusuk Penonton di Tengah Pertandingan

Adhi Prasetya - detikSport
Monica Seles mengalami kejadian mengerikan saat ditusuk menggunakan pisau saat bertanding (Getty Images) Monica Seles mengalami kejadian mengerikan saat ditusuk menggunakan pisau saat bertanding (Getty Images)
Jakarta -

Menko Polhukam, Wiranto, ditusuk dua orang bersenjata di Pandeglang, Banten. Kejadian serupa pernah menimpa mantan petenis putri nomor satu dunia, Monica Seles.

Wiranto mengalami peristiwa nahas tersebut pada Kamis (10/10/2019) saat sedang melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten. Ia ditusuk tak lama setelah keluar dari mobil.

Kejadian itu membuat mantan Panglima ABRI itu menderita luka di perutnya. Kini ia sedang menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kejadian serupa mengingatkan publik pada peristiwa yang menimpa petenis asal Amerika Serikat, Monica Seles. Yang menggemparkan, penusukan itu terjadi saat ia sedang bertanding.

Pada 30 April 1993, Seles yang masih berusia 19 tahun sedang menghadapi petenis Bulgaria, Magdalena Maleeva, di babak perempat final Citizen Cup yang berlangsung di Hamburg, Jerman. Waktu itu, Seles berstatus petenis papan atas dunia yang telah memenangi delapan gelar Grand Slam.

Dilansir dari The Australian, peristiwa itu terjadi pada set kedua, di mana Sales sedang unggul 4-3. Saat jeda istirahat, seorang pria Jerman bernama Guenter Parche (38) berhasil menyusup ke area lapangan. Dari arah belakang dia kemudian menusuk punggung bagian atas Seles menggunakan pisau dapur.

Kondisi itu membuat Seles menderita luka sedalam 1,5 cm. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, sedangkan Parche langsung diamankan saat itu juga.

Motif penyerangan itu dilatari fanatisme Parche pada Steffi Graf, petenis asal Jerman yang menjadi rival Seles. Ia tidak rela peringkat dunia Graf disalip oleh Seles. Saat kasusnya disidangkan, Parche diketahui mengalami gangguan mental, yang membuatnya memiliki kecintaan berlebihan pada Graf dan begitu membenci Seles.




Atas kondisinya itu, Parche hanya dihukum percobaan selama dua tahun. Hal itu membuat Seles kecewa. Setelahnya, ia tak pernah lagi mau bertanding di Jerman.

"Jerman adalah negeri di mana pria itu menyerang saya dari belakang, namun tak dihukum dengan semestinya. Saya tidak mengerti mengapa pria itu tidak harus membayar perbuatannya," ujar Seles dalam sebuah wawancara televisi, dikutip dari The Australian.

Meski hanya membutuhkan waktu beberapa pekan untuk pemulihan, namun trauma yang dialami Seles membuatnya absen dua tahun. Ia baru comeback pada Juli 1995 dalam sebuah laga eksibisi di Atlantic City Convention Center.

Setelahnya, penampilan Seles tak lagi sama. Memenangi delapan Grand Slam sebelum insiden penusukan itu, ia hanya menambah satu gelar Grand Slam setelahnya, yakni Australia Open 1996. Ia terakhir kali bermain pada tahun 2003, sebelum benar-benar pensiun pada 2008.



Simak Video "Menhan Jenguk Wiranto: Kalau Bangsa Berdoa Pasti Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com