detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 22 Nov 2019 18:16 WIB

Kisah Fung Permadi Legenda Bulutangkis RI yang Sempat Bela Taiwan

Puti Yasmin - detikSport
Fung Permadi, manajer PB Djarum Kudus (kanan) (dok. PB Djarum) Fung Permadi, manajer PB Djarum Kudus (kanan) (dok. PB Djarum)
Kudus - Legenda bulutangkis asal Indonesia Fung Permadi sempat membela Taiwan. Tapi, ia pulang ke Tanah Air karena rindu dan tanggung jawab.

Fung tak bisa melupakan periode menjadi warga negara asing di negara lain. Dia tinggal di Australia, kemudian hengkang ke Taiwan di tahun 1994.

Waktu itu, Fung menilai prestasinya tak bisa berkembang andai tetap bertahan di Indonesia. Sebab, ia tak bisa bersaing dengan atlet yang prestasinya lebih menonjol. Kesempatan Fung tampil di ajang internasional pun minim.


"Kan banyak persaingan waktu kecil. Terus usia 26 tahun saya mikir kalau melatih di sini terus juga rasanya untuk bersaing cukup sulit, untuk turnamen Asian Games enggak pernah masuk ke team, hanya perorangan dan prestasi saya nggak terlalu menonjol," ujar dia di GOR Djarum, Kudus, Jumat (22/11/2019).

"Jadi, saya pikir saya butuh terobosan jadi awal coba ke Australia. Akhirnya 3-4 bulan tapi ternyata di sana keadaan jauh lebih sulit. Kalau di sini dapat sponsor, kalau di Australia harus keluar biaya sendiri dan akhirnya saya ke Taiwan tahun 1994," kata juara Swiss Open 1993 ini.

Setelah pindah ke Taiwan, harapan untuk mengikuti banyak turnamen internasional terbuka. Bahkan, ia mendapatkan juara di Korea Open dan Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

"Saya di Taiwan 11 tahun. Ya boleh dibilang gitu (lebih banyak ikut turnamen di Taiwan) karena lebih lama," dia mengungkapkan.


Selain menjadi pemain bulutangkis, Fung juga dipercaya melatih atlet di sana. Bahkan, tim bulutangkis mereka berhasil masuk semifinal melawan Belanda di turnamen beregu.

Kemudian, di tahun 2006 PB Djarum memanggilnya untuk kembali. Mereka ingin Fung membantu mengembangkan bulutangkis dalam negeri agar lebih berprestasi.

Pada tahun 2007 Fung pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ia didapuk menjadi manajer tim PB Djarum dan mampu menorehkan banyak prestasi.

"Balik ke Djarum 5 Januari 2007," ujar pria 51 tahun itu.



Simak Video "Suara Atlet Muda PB Djarum soal Penghentian Audisi"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com