detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 21 Mei 2020 12:25 WIB

Ramai 'Status Magang' Saat Tontowi Ahmad Pensiun

Tim detikcom - detikSport
Ramai Status Magang Saat Tontowi Ahmad Pensiun. (Foto: Hasan Alhabshy) Ramai 'Status Magang' Saat Tontowi Ahmad Pensiun. (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta -

Pengumuman pensiun Tontowi Ahmad memunculkan keramaian lain. Sebelum pensiun, peraih sederet gelar juara bulutangkis itu rupanya berstatus atlet magang PBSI.

Tontowi Ahmad mengumumkan keputusannya hari Senin (18/5/2020) lalu. Faktor keluarga menjadi alasan utama di balik keputusan pensiun tersebut. Selain itu status atlet magang dari PBSI tampaknya menjadi salah satu pertimbangan Tontowi Ahmad pensiun.

Baca juga: Tontowi Ahmad Pensiun

"Tapi kalau status magang saya agak keberatan karena biasanya itu untuk pemain junior yang akan masuk pelatnas," katanya.

Keputusan PBSI seputar status atlet magang itu, kata Tontowi, keluar pada Desember tahun lalu. Padahal peraih emas Olimpiade 2016 di Brasil bersama Liliyana Natsir mengaku relatif tampil baik sepanjang 2019 bersama pasangannya, Winny Oktavina Kandow.

Baca juga: Pamit, Tontowi Kritik PBSI soal 'Langsung Dibuang'

"Reaksi saya kaget saja karena (memang) tidak menyangka. Sebelum Desember itu soalnya sudah ada plan dengan Apriyani Rahayu (partner baru) apa saja kejuaraannya, ternyata tiba-tiba begitu. Tapi sekali lagi ini bukan alasan saya pensiun. Saya hanya merasa sudah cukup dan ingin banyak waktu dengan keluarga."

Penuturan Tontowi Ahmad ini lantas memancing eks atlet pelatnas lain, Sony Dwi Kuncoro, ikut bersuara. Merasa pernah mengalami hal serupa, Sony meyakini bahwa hampir setiap atlet yang keluar dari PBSI akan merasakan kejanggalan dalam proses degradasi.

Baca juga: Sony Kritik PBSI, Merasa Juga Pernah 'Dibuang' seperti Tontowi

"Tahun 2014 saya meninggalkan pelatnas PBSI dengan cara yang menurut saya kurang menghargai saya yang sudah 13 tahun di Pelatnas. Pada waktu itu masih rangking 15 dunia. Bagaimana tidak? Pertama kali saya tahu berita tentang degradasi melalui koran."

Dalam pernyataannya di media sosial itu, Sony sekaligus memberi saran agar dalam cara degradasi di masa mendatang, PBSI bisa lebih menghargai atletnya. Itu demi kemajuan atlet bulutangkis pula.

Baca juga: Sony Kritik PBSI, Merasa Juga Pernah 'Dibuang' seperti Tontowi

"Kebiasaan ini harus diubah oleh siapapun pengurusnya, jangan sampai turun menurun. Kalau tidak diubah, atlet juara Olimpiade, All England, juara dunia dan juara-juara lainnya akan merasakan hal yang sama. Perubahan harus di lakukan demi kebaikan anak cucu kita yang bercita-cita menjadi atlet bulutangkis."

Sungkem sehat

(Selanjutnya: Kata pelatih, PBSI, dan Menpora)

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com