Menunggu Kejutan dari Hingis

Menunggu Kejutan dari Hingis

- Sport
Kamis, 29 Des 2005 13:35 WIB
Menunggu Kejutan dari Hingis
Jakarta - Martina Hingis mengejutkan banyak orang saat pertama muncul ke tenis pro. Setelah absen tiga tahun dan memutuskan comeback masih bisakah petenis Swiss itu berbicara banyak?Keputusan pensiun dini yang dipilih Hingis tahun 2002 lalu memang membuat shock bukan hanya penggemar petenis berwajah manis ini, tapi juga semua pecinta tenis dunia.Dalam usia 22 tahun petenis kelahiran Cekoslovakia akhirnya harus mengalah pada cedera pergelangan kaki yang terus menggerogotinya. Hingis memang tercatat dua kali menjalani operasi atas cederanya itu, setelah yang pertama pada tahun 2001 di kaki kanannya, tahun 2002 ia kembali masuk ruang operasi setelah gantian kaki kirinya kirinya yang kena.Di pertengahan 1990 Hinggis memang menjadi fenomena tenis wanita. Setelah memulai debutnya ditahun 1994 saat berusia 14 tahun dua minggu, Hinggis menjadi petenis termuda yang memenangi gelar Grand Slam. Berpasangan dengan Helena Sukova ia menjuarai Wimbledon 1996.Kejutan yang ditorehkannya berlanjut setahun kemudian, tepatnya Januari 1997 saat ia menorehkan namanya sebagai petenis tunggal putri termuda yang mampu memenangkan seri Grand Slam di Australia Terbuka dalam usia 16 tahun dan 3 bulan. Di tahun yang sama ia juga menjadi petenis termuda yang menjuarai Wimbledon.Setelah itu tenis dunia berada di dalam genggamannya. Hingga sebelum memutuskan pensiun, lima gelar Grand Slam, 40 gelar WTA dan total 209 minggu menempati posisi satu dunia adalah catatan hebat yang ia miliki.Saat pertengahan Desember lalu Hingis memutuskan comeback, tentu banyak mendukung keputusannya itu. Dan tentu saja pertanyaan besar mengiringi kembalinya Hingis. Akan mampukah petenis yang kini berusia 25 tahun itu kembali ke performa terbaiknya seperti yang sempat ia torehkan di akhir 90-an lalu?Sebenarnya Gold Coast Internasional yang akan dijadikan ajang pemanasan Hingis sebelum melangkah ke Australia Terbuka bukan yang pertama kali di beri tajuk "comeback". Bulan Pebruari silam Hingis sempat mengayun raket lagi di sebuah turnamen di Thailand.Tapi apa yang terjadi? Hinggis langsung tersungkur di babak pertama dalam pertarungan tiga set oleh petenis non unggulan asal Jerman Marlene Weingartne. Bisakah hasil di Thailand menjadi gambaran akan prestasi Hingis di Australia (Gold Coast International dan Australia terbuka) nanti? Bisa saja begitu. Tiga tahun tentu bukan waktu yang singkat untuk kembali setelah sama-sekali tidak mengayun raket."Anda tak bisa dengan mudah kembali ke puncak penampilan setelah absen sepanjang tiga tahun seprti yang terjadi pada Hingis," ungkap kapten tim Piala Federasi Australia John Alexander seperti diberitakan theaustralian, Kamis (29/12/2005).Persaingan tenis di tunggal putri memang sangat keras dalam beberapa tahun ke belakang. Di awal masa pensiunnya saja Hingis yang mengandalkan permainan cepat selalu kesulitan mengalahkan petenis yang mengandalkan power semisal Williams bersaudara, Linsay Davenport dan Amelie Mauresmo."Sekarang ada 10 sampai 12 petenis putri yang bisa memenangkan Grand Slam. Dan mereka semuanya bermain dengan power mengandalkan pukulan dari baseline. Martina harus bekerja ekstra keras, karena standar petenis putri sekarang sangat keras dan belum pernah terjadi sebelumnya," tambah Alexander kemudian.Gold Coast International memang hanya bertaraf Tier II, namun jika Hingis mampu menunjukkan kembali ketangguhannya, Australia Terbuka bisa menjadi pembuktian kalau dirinya pantas diperhitungkan kembali.Kita tunggu saja aksi-aksinya pada satu Januari nanti (Gold Coast International mulai dibuka) dan di Australi Terbuka yang akan bergulir 16 Januari.Foto: Martina Hingis. Mampukah ia masuk ke jajaran atas petenis top wanita setelah absen tiga tahun?(art) (din/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads