detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 25 Agu 2020 16:55 WIB

Manfaat Simulasi Piala Thomas Bagi Hendra Setiawan cs

Mercy Raya - detikSport
Herry Iman Pierngadi Herry Iman Pierngadi mengungkap pentingnya simulasi Piala Thomas dan Uber. (Foto: dok.PBSI)
Jakarta -

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi membeberkan manfaat dengan digelarnya simulasi Piala Thomas. Apa saja?

PP PBSI memutuskan untuk menggelar simulasi bertajuk Mola TV PBSI Thomas & Uber Simulation 2020. Ajang akan berlangsung mulai 1 sampai 10 September di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam penerapannya, laga pertama akan menyajikan tim putra pada 1-3 September, kemudian dilanjutkan tim putri akan berlaga pada 8-10 September.

Bagi Herry, simulasi ini memberikan banyak manfaat bagi pebulutangkis, khususnya ganda putra. Apalagi setelah Badminton World Federation (BWF) kembali memutuskan membatalkan empat turnamen, yakni Taipei Open, Korea Open, China Open, dan Japan Open.

"Banyak (manfaat). Pertama karena sudah lama tak ada turnamen. Selain itu, kami bisa lihat perfoma pasangan masing-masing karena walaupun bertemu teman sendiri tapi bisa dilihat kurangnya di mana. Ini bisa menjadi patokan kami," kata Herry kepada pewarta dalam sambungan telepon.

"Kedua, pertandingan hampir 6 bulan tak ada, jadi kami bikin pertandingan seperti sesungguhnya walaupun teman sendiri," lanjutnya.

Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia memang cukup aktif membuat turnamen lokal untuk mengisi aktivitas pemainnya pascapembatalan beberapa kejuaraan sejak Maret lalu. Sebelumnya, ada PBSI Home Tournament. Herry menyikapi itu juga sebagai keuntungan.

"Kami tak tahu negara lain simulasi atau tidak. Bisa saja kan mereka diam-diam. Seperti China misalnya, ada atau tidak kita tak tahu," ujar pelatih yang dijuluki fans badminton Coach Naga Api ini.

"Kalau di negara lain misalnya memang tidak ada persiapan atau simulasi, ya kami lebih diuntungkan," tambahnya.

Piala Thomas dan Uber 2020 dijadwalkan berlangsung di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober. Di sektor ganda putra, Indonesia punya tiga pasang pemain andalan yang menempati peringkat 10 besar dunia.

Mereka ialah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.



Simak Video "Indonesia Mundur dari Piala Thomas-Uber 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com