detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 27 Nov 2020 19:50 WIB

Jelang Olimpiade, Taufik Hidayat Kasih Wejangan ke Anthony & Jonatan

Mercy Raya - detikSport
PT Kereta Commuter Indonesia meluncurkan kartu multitrip (KMT) edisi khusus Asian Games. Taufik Hidayat dan Yayuk Basuki hadir dalam acara tersebut. Jelang Olimpiade, Taufik Hidayat Kasih Wejangan ke Anthony & Jonatan (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta -

Taufik Hidayat, legenda hidup bulutangkis, memberikan pesan khusus kepada Anthony Ginting dan Jonatan Christie menjelang Olimpiade Tokyo Juli 2021. Mereka diminta perbaiki mental dan lebih konsisten.

Anthony Ginting dan Jonatan Christie ialah dua dari sekian tunggal putra yang diandalkan bulutangkis Indonesia saat ini. Dalam peringkat sementara kualifikasi Olimpiade, masing-masing berada di ranking empat dan tujuh merujuk laman BWF.

Meskipun keduanya merupakan andalan, kiprahnya di setiap turnamen masih perlu ditingkatkan. Mereka cenderung menampilkan permainan yang inkonsisten.

Setidaknya itu menurut Taufik Hidayat ketika ditanya soal tunggal putra Indonesia saat ini.

"Dia (Anthony dan Jonatan) adalah dua pemain yang bagus dan berbeda ya. Anthony Ginting mungkin lebih complete. Mungkin kalau tanya semua orang bilang, Anthony skillnya lebih di atas dari Jonatan. Tapi Jonatan juga sama-sama bagus," kata Taufik dalam Olympic Channel.

"Cuma kan kita mau lihat di sini, dia bisa stabil enggak. Maksud saya, di setiap turnamen kadang kalau yang sekarang dia bagus di sini, lalu drop, kita lihat grafik," ujarnya.

"Tidak seperti Kento Momota (pemain peringkat satu dunia) yang selalu stabil. Semifinal, final, champion, paling buruk ya quaterfinal."

Jonatan ChristieJonatan Christie (PBSI)

Tapi bukan berarti, sebut peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena ini, Jonatan dan Anthony tak punya kans. Hanya memang harus lebih keras berlatih. "Dari fisik, mental, dan teknik yang lain untuk lebih fokus lagi," ujarnya.

Bukan tanpa sebab, peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena itu mengatakan demikian. Menurutnya, tekanan negara dan orang-orang yang mengharuskan pemain menjadi terbaik di setiap turnamen sangat tinggi. Terlebih, dalam waktu dekat Olimpiade Tokyo akan bergulir 23 Juli-8 Agustus mendatang.

Anthony Ginting di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia 2020Anthony Ginting (BadmintonIndonesia.org)

Bagaimanapun, Taufik Hidayat merasakan betul bagaimana dia menjadi tumpuan tunggal putra di final Olimpiade. Tapi kemudian berhasil mengalahkan lawannya dari Korea Selatan, Shon Seung-Mo dengan kemenangan straight game 15-8 dan 15-7.

"Mental kita harus kuat karena tekanan dari negara, dari orang-orang, dia harus menjadi yang terbaik. Kalau kita berat tak kuat kita akan hancur, tapi kalau kita kuat bisa lawan orang yang bikin tertekan," dia menjelaskan.

"Mungkin orang bilang kamu harus juara, kamu harus juara. Kadang orang kalau tidak kuat, jadi tak bagus mainnya, kita harus enjoy di lapangan. Itu akan menjadi yang terbaik lah."

"Jadi lupakan lah semua, karena ya empat tahun sekali, kita harus benar-benar fokus di situ (Olimpiade), harus benar-benar siap, kalau mau jadi yang terbaik. Kalau kita kalah di sana, go ahead tunggu empat tahun lagi," saran pria berusia 39 tahun itu.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com