detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 05 Jan 2021 19:21 WIB

Rionny Mainaky Yakin Bisa Teruskan Tradisi Emas Olimpiade Bulutangkis

Mercy Raya - detikSport
Rionny Mainaky Rionny Mainaky optimistis menjaga tradisi emas Olimpiade dari Bulutangkis. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Rionny Mainaky punya tugas besar meneruskan tradisi emas di Olimpiade Tokyo. Ia percaya diri mampu mewujudkan itu.

Rionny didapuk menjadi Kabidbinpres di kepengurusan Agung Firman Sampurna. Padahal, saat itu ia masih bergulat dengan peningkatan prestasi tunggal putri.

Akan tetapi tugas yang kian berat itu tak menyurutkan semangat Rionny untuk membuktikan ia mampu. Termasuk soal target di multievent terbesar sejagat empat tahunan, Olimpiade.

"Kalau target utama, tahun ini ada Olimpiade. Kita jangan sampai hilang fokus. Tentu targetnya adalah merebut medali emas. Target kita tentu mau juara di Olimpiade Tokyo," kata Rionny dalam rilis yang diterima detikSport.

Olimpiade Tokyo memang menjadi salah satu ujian pertama Rionny di tahun pertamanya menjabat sebagai Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI periode 2020-2024. Dengan waktu persiapan yang menyisakan enam bulan, pelatih asal Ternate itu siap kerja keras.

"Ya, harus! Kita wajib yakin. Sepanjang persiapannya maksimal, harapan itu ada. Hanya, untuk meraihnya perlu perjuangan, kerja keras, semangat, disiplin, dan juga pengorbanan. Ya, pokoknya harus mati-matian lah," dia mengungkapkan.

Merujuk ranking kualifikasi BWF, Indonesia baru meloloskan enam wakil yang aman ke Olimpiade Tokyo. Antara lain, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Merah-Putih berpeluang menambah wakil dari ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (saat ini posisi 8 sementara)
dan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung (posisi 15), jika mereka terus stabil dalam kualifikasi Olimpiade.

Badminton World Federation (BWF) sendiri baru akan mengaktifkan kembali poin kualifikasi Olimpiade Tokyo pada turnamen Swiss Open pada 2-7 Maret mendatang hingga perhitungan poin akhir di India Open, 11-16 mei 2021. Hal itu disebabkan wabah COVID-19 yang terjadi secara global dan belum bisa dipastikan kapan akhirnya.

BWF tengah berupaya menggulirkan kembali turnamen dengan Thailand menjadi tuan rumahnya mulai 12-31 Januari. Rionny ingin atletnya mengambil pengalaman dari tiga turnamen tersebut.

"Tiga turnamen di Thailand itu sangat penting karena juga sebagai bagian untuk menghadapi Olimpiade Tokyo nanti, yang persaingannya jauh lebih sulit. Untuk itu, kita juga tidak bisa mengabaikan tiga turnamen tersebut karena hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki ke depannya," ujarnya.

"Selain itu, kita juga jadi tahu bagaimana cara untuk menghadapi kondisi pandemi ini. Antisipasinya seperti apa dan apa yang harus dipersiapkan? Kan, pandemi Covid-19 ini tidak ada yang tahu akan sampai kapan berakhir. Jadi banyak hal teknis dan nonteknis, serta pelajaran yang bisa di ambil dari pertandingan Thailand ini."

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com