detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 07 Jan 2021 22:10 WIB

Kontrak Pelatih Tim Bulutangkis RI Sudah Habis, tapi Tetap Berdedikasi

Mercy Raya - detikSport
Richard Mainaky Ilustrasi Richard Mainaky, pelatih tim bulutangkis Indonesia yang kontraknya sudah habis. (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Kontrak para pelatih bulutangkis nasional telah habis pada Desember 2020. Tapi mereka tetap mendampingi atlet Indonesia di Thailand.

Kepengurusan PBSI periode 2020-2024 telah mengumumkan secara resmi daftar susunannya pada 23 Desember lalu. Namun, kelanjutan sektor pelatih sampai kini masih tanda tanya. Apalagi, kontrak para pelatih diketahui sudah habis sejak Desember 2020.

Meskipun sudah habis masa kontraknya, para pelatih tetap mendampingi Fajar Alfian Cs ke Bangkok, Thailand, guna mengikuti rangkaian turnamen BWF World Tour Super 1000 selama sebulan.

Menurut pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, apa yang dilakukan jajaran pelatih tim bulutangkis Indonesia saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab yang sempat tertunda.

Seperti diketahui, nyaris hampir seluruh turnamen BWF disetop dan ditunda penyelenggaraannya karena pandemi virus Corona. Nah, BWF World Tour Final 2020 termasuk yang digeser perhelatannya menjadi 27-31 Januari 2021.

"Itu, kan, salah satu dedikasi seorang pelatih. Itu tanggung jawab juga karena pertandingan yang tertunda. Jadi masih tanggung jawab kami untuk program tahun 2020. Jadi masih tanggungan karena final super seriesnya 2021. Jadi itu otomatis," kata Richard kepada detikSport, Kamis (7/1/2021).

Mengenai SK pelatih baru, pria asal Ternate ini, masih menunggu pengumuman pemanggilan dari pengurus baru. "Kami tak tahu kapan, tapi kayaknya dalam pekan ini atau pekan depan. Kebetulan pas menyangkut Rionny sebagai Kabidbinpres dan dia sedang ke Thailand, mungkin itu yang jadinya tertunda," dia mengungkapkan.

"Selain itu, mungkin juga menunggu pelantikan pengurus PBSI baru, setelah itu diumumkan SK pemanggilan atlet dan pelatih. Lagipula di SK kan harus ada tanda tangan ketua, kita juga harus tanda tangan kontrak baru," Richard menegaskan.

Ia memaklumi kondisi pandemi COVID-19 sehingga membuat nyaris seluruh rencana jadi rumit dan berdampak ke sejumlah aspek termasuk program turnamen.

"Tapi selama saya melatih kurang lebih 27 tahun berlanjut terus begitu. Itu kan tinggal SK dan perjanjian pelatih, mungkin ada peraturan baru atau apa karena ini pengurusan baru. Jadi tak ada masalah," ujarnya.

Hal serupa diungkapkan pelatih ganda putra di tim bulutangkis Indonesia, Herry Iman Pierngadi. Menurutnya kontrak baru menunggu pelantikan pengurus baru.

"Iya, itu kan kontrak dengan pengurus yang lama, kontrak yang baru tunggu pelantikan pengurus baru lah. Ya kita nunggu aja karena mepet kemarin dengan persiapan Thailand ini," katanya.

"Soal durasi kerja sama kalau yang lalu per dua tahun di kontraknya. Kalau yang sekarang tergantung pengurus barunya saja, yang penting salary-nya naik," pelatih berjuluk Naga Api ini menambahkan.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com