detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 08 Jan 2021 20:55 WIB

Apa Jadinya Jika Ada Pebulutangkis di Asian Leg Kena Virus Corona?

Mercy Raya - detikSport
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 10: A shuttlecock is seen on the court in between games during Day 6 of the Yonex All England Badminton Open at NIA Arena on March 10, 2013 in Birmingham, England. (Photo by Ben Hoskins/Getty Images) Bagaimana kalau ada pebulutangkis di Asian Leg tertular virus Corona? (Foto: Ben Hoskins/Getty Images)
Bangkok -

BWF memutuskan untuk menggelar Asian Leg di musim pembuka 2021 di tengah pandemi Corona. Lantas apa jadinya jika ada pemain yang kedapatan terpapar COVID-19?

Thailand menjadi tuan rumah Asian Leg selama kurang lebih satu bulan. Mulai dari Yonex Thailand Open pada 12-17 Januari, Toyota Thailand Terbuka (19-24 Januari), dan Final BWF World Tour 2020 (27-31 Januari).

Menjelang pertandingan, Thailand justru mengalami lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir. Bahkan Bangkok telah memberlakukan lockdown dampak lonjakan kasus Corona yang terjadi hingga awal Februari.

Pihak tuan rumah Asian Leg saat ini cukup menerapkan protokol kesehatan bagi para peserta negara, baik pemain, pelatih, maupun ofisialnya. Mereka dilarang keluar hotel tanpa izin jika tak ingin dikenakan sanksi. Mulai dari denda ringan hingga ancaman deportasi.

Tak hanya itu, panitia penyelenggara juga rutin melakukan test swab kepada para pebulutangkis. Bahkan tes kesehatan ini sudah kali kedua dilakukan terhadap peserta sejak masuk hotel pada 4 Januari lalu dengan hasil tes dari 824 orang negatif COVID-19.

Lantas apa yang terjadi jika seorang pemain bulutangkis dinyatakan positif COVID-19 selama Asian Leg?

Sekretaris Jenderal Badminton World Federation (BWF), Thomas Lund, mengatakan akan langsung mengisolasi pemain tersebut.

"Jika kasus positif ditemukan, pemain akan diisolasi dan pelacakan kontak akan dilakukan. Setiap pemain yang telah melakukan kontak juga perlu diisolasi," kata Lund dalam laman BWF.

"Seperti dalam olahraga lain, ini adalah sesuatu yang kita semua harus biasakan," dia menambahkan.

Meskipun begitu, Lund optimistis, pihaknya bekerja sama dengan tuan rumah dan pemerintah negara setempat dapat menjaga keselamatan para pemain. Ia juga berekspetasi turnamen gelaran BWF akan tetap berlangsung seru dengan persaingan di level yang sangat tinggi.

"Kami yakin akan dapat menjaga keamanan pemain di waktu-waktu khusus ini. Turnamen ini juga akan berlangsung hebat meskipun China dan Jepang, serta pasangan top 1 dunia dari Indonesia harus mundur," katanya.

"Kami ingin semua pemain bisa bermain. Tapi saat ini kita memiliki pemain hebat dengan level sangat tinggi di Bangkok."

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com