detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 03 Feb 2021 12:55 WIB

Manajer Tim Bulutangkis Indonesia Minta Maaf Cuma Bawa Satu Gelar

Mercy Raya - detikSport
Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar nomor ganda putri Daihatsu Indonesia Masters 2020. Mereka juara usai melewati duel tiga gim di final. Hanya Rebut Satu Gelar, Manajer Tim Bulutangkis Minta Maaf (Agung Pambudhy /detikSport)
Jakarta -

Tim bulutangkis RI hanya berhasil merebut satu gelar di Asian Leg 2021. Manajer tim Aryono Miranat sampaikan permohonan maaf.

Indonesia mengawali perjalanan turnamen di awal musim dengan hasil yang jauh dari kata maksimal. Merah-Putih hanya mengantongi satu gelar dari 15 gelar yang diperebutkan di tiga turnamen, Yonex Thailand Open 1, Toyota Thailand Open, dan BWF World Tour Final 2020.

Satu-satunya prestasi tertinggi diraih ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Padahal kesempatan terbuka lebar setelah China dan Jepang memutuskan absen pada BWF World Tour Super 1000 tersebut.

Menyadari target tak bisa tercapai, Aryono meminta maaf. Ia menyampaikan itu dalam pertemuan dengan Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna, Ketua Harian PBSI, Alex Tirta, serta jajaran pengurus lain pada Selasa (2/2/2021). Pertemuan itu juga dihadiri atlet yang sudah lebih dulu tiba di Tanah Air.

"Mohon maaf, hasil yang kami dapatkan di Thailand kurang maksimal. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik," kata Aryono dalam rilis PBSI.

"Benar tadi yang Pak Agung tegaskan ada tiga kriteria penting dalam olahraga, mental, teknik, dan fisik. Mental memang menjadi yang utama. Dan ini kita akan perbaiki terus," dia menjanjikan perbaikan untuk bulutangkis ke depan.

Sementara itu, Muhammad Rian Ardianto, mengatakan kegagalan pada debut pertama setelah vakum 10 bulan bertanding sejak pandemi ini disebabkan kurangnya mental, fisik, dan strategi dalam bertanding. Hal itu juga yang membuat hilangnya atmosfer pertandingan.

"Dari segi mental, fisik dan strategi bertanding juga masih kurang. Ini adalah turnamen pertama kali sejak All England tahun lalu, jadi feeling atau touchnya hilang. Itu yang masih harus kami cari," Rian mengungkapkan.

"Saya merasakan fokusnya tidak hanya di bertanding, tapi harus juga menjaga kondisi agar tetap fit. Protokol kesehatan pun sangat ketat, jadi kami mungkin memang kurang terbiasa. Tapi mau tidak mau, kondisi seperti ini harus dijalani," Fajar Alfian menimpali.

Dalam kesempatan yang sama, Kabidbinpres PBSI, Rionny Mainaky, menjanjikan evaluasi menyeluruh terkait kekurangan tim bulutangkis Indonesia.

"Setelah ini saya dan pelatih-pelatih akan evaluasi yang lebih serius lagi, karena seperti yang Pak Agung bilang tadi dari faktor mental sangat penting. Kita juga akan pelajari kekurangan kita dan juga kelebihan lawan termasuk untuk nutrisi dan teknis," kata Rionny.

Tonton video 'Evaluasi Hasil Thailand Open hingga BWF World Tour Finals':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com