detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 09 Feb 2021 17:10 WIB

Hendra Setiawan dkk Jalani Latihan Intensif Jelang Tur Eropa

Mercy Raya - detikSport
Kepala Sub Bidang Pengembangan Sport Science PP PBSI, Iwan Hermawan. Kepala Sub Bidang Pengembangan Sport Science PP PBSI, Iwan Hermawan, mengungkap para pebulutangkis sudah bersiap untuk tur Eropa. (dok.PBSI)
Jakarta -

Tim bulutangkis Indonesia mulai menjalani latihan intensif menuju tur Eropa. Mereka juga bakal melakukan simulasi seperti layaknya pertandingan.

Setelah seluruh atlet kembali ke tanah air dari turnamen Bangkok, Thailand. Hendra Setiawan dkk menggelar latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, mulai pekan ini.

Tiga turnamen beruntun yakni di Swiss Open, German Terbuka, dan All England akan jadi turnamen mereka berikutnya mulai Maret mendatang. Berbagai program latihan pun disiapkan para pelatih mulai teknik, fisik, hingga mental. Termasuk pendukung lainnya yaitu gizi dan sport science.

"Saya sudah rapat dengan semua, hal nonteknis ini harus kita antisipasi dan saya menyarankan kita coba simulasi di lingkungan pelatnas dengan situasi yang sama seperti di dalam pertandingan yang akan kita hadapi," kata Kepala Sub Bidang Pengembangan Sport Science PP PBSI, Iwan Hermawan, dalam rilis PBSI.

"Saya juga akan berkoordinasi dengan pelatih untuk menambah volume latihan demi mempertahankan daya tahan yang baik untuk atlet kita," dia menambahkan.

Iwan tak menepis pertandingan di masa pandemi ini menjadi kasus spesial karena tantangannya cukup besar. Dari mulai protokol kesehatan ketat, pembatasan ruang gerak dari di hotel ke tempat pertandingan, hingga pemeriksaan tes usap berkala menjadi kekhawatiran tersendiri bagi atlet.

Untuk itu, secara khusus ia juga sudah melakukan koordinasi dengan pelatih fisik serta tim medis guna mengantipasi hal tersebut terjadi di Eropa nanti.

"Pada pekan ini kami akan melihat dulu apa saja yang kurang. Lalu minggu depan mencoba memenuhi kebutuhan program agar sesuai standarnya. Termasuk pemenuhan gizi dan suplemen dari tim medis," dia menuturkan.

Nah, untuk beberapa pemain yang kedapatan overweight, PBSI akan memfokuskan kondisi fisiknya agar kembali ideal.

"Sebab kalau sudah overweight, kerja ototnya dan gerakan tubuhnya membutuhkan tenaga ekstra, selain geraknya juga menjadi lambat. Pada akhirnya ini mempengaruhi daya tahan yang menjadi pondasi dari semua," ujar Iwan.

Saksikan juga 'PBSI Evaluasi Hasil Thailand Open hingga BWF World Tour Finals':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com