Soal All England, Kemenpora Persilakan KOI dan PBSI ke CAS

Mercy Raya - Sport
Rabu, 24 Mar 2021 18:53 WIB
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto diperiksa KPK. Pemeriksaan itu terkait pengembangan kasus suap dana hibah di Kemenpora.
Kemenpora mempersilahkan KOI dan PBBSI menggugat BWF ke CAS dengan satu syarat. (Foto: detikcom/Ari Saputra)
Jakarta -

Kemenpora mempersilakan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau PBSI untuk mengajukan tuntutan kasus All England ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS). Tapi dengan satu syarat.

KOI telah melayangkan surat protes kepada Badminton World Federation (BWF) terkait dipaksa mundurnya tim bulutangkis Indonesia dan tindakan diskriminatif yang dialami pada All England 2021.

Banner All England 2021

Mereka bahkan merencanakan untuk meneruskan skandal ini ke CAS. Namun dalam prosesnya BWF merespons dengan permintaan maaf. Melalui Presiden BWF, Poul Erik, menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden RI Joko Widodo, menteri terkait, duta besar, hingga fans bulutangkis Indonesia.

Atas permohonan maaf itu, pemerintah Indonesia melalui Kemenpora menilai permintaan maaf itu sudah cukup. Tapi jika bagi KOI atau PBSI merasa masih perlu menuntut maka Kemenpora tak akan ikut campur.

"Bukan kami tak care. Kalau KOI atau PBSI tetap mau melakukan (meneruskan ke CAS) monggo, karena Olympic Charter itu memungkinkan setiap negara yang merasa ada ketidakadilan mereka berhak. Itu silakan. Kami tidak bilang disetop," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, kepada detikSport, Rabu (24/3/2021).

"Tapi jangan tuntut pemerintah turut campur tangan soal itu. Bahkan DPR sepakat dengan kami hanya mengevaluasi," dia menegaskan.

Bukan tanpa alasan Gatot mengatakan demikian terkait All England. Indonesia yang akan melakukan bidding tuan rumah Olimpiade 2032 harus memikirkan betul dampak negatif dan positif dari penuntutan tersebut.

"Jika KOI itu ingin menuntut, kita harus berpikir ulang karena kepentingan kita panjang. Jangan lupa kita itu lagi kencang-kencangnya (mempersiapkan) Olimpiade 2032," ujarnya.

"Lalu untuk bulutangkis. Jangan keliru lo. Nanti yang melakukan pemeringkatan itu bukan Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 (TOCOC) tapi BWF khusus bulutangkis. Jadi poinnya kita harus pintar-pintar jaga hubungan," dia menjelaskan.

"Kecewa boleh, marah wajar, tapi apa sih kurangnya mereka sudah minta maaf bahkan menyebut kepada Presiden RI dan sebagainya. Jadi poinnya bahasa Pak Menteri bagus kemarin, kami sudah melakukan langkah terukur dan proper."

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono mengatakan akan melakukan koordinasi lebih dulu dengan induk federasi bulutangkis nasional dengan pemerintah terkait All England 2021.

"Belum (mengajukan ke CAS), kami akan kordinasi dulu dengan pemerintah dan PBSI mengingat mereka sudah mengirimkan surat permintaan maaf ke pemerintah," kata Ferry.

Simak video 'Soal All England, Marcus Gideon Anggap Permohonan Maaf BWF Tak Cukup!':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)