Agar Kasus All England Tak Terulang, Begini Imbauan Kemenpora

Mercy Raya - Sport
Rabu, 24 Mar 2021 19:50 WIB
Tim Bulutangkis Indonesia yang sejatinya bertanding di All England 2021 telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (22/3/2021). Setelah melakukan penyambutan, para atlet kemudian dicek kesehatannya.
Tim Bulutangkis Indonesia sepulangnya dicoret dari All England 2021. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Di All England 2021, tim bulutangkis Indonesia harus mengalami kejadian pahit, yang diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk seluruh cabang olahraga.

Untuk mengantisipasi agar hal serupa tak terulang menimpa atlet Indonesia di kenudian hari, Kemenpora mengimbau agar induk federasi cabang olahraga lebih jeli dan teliti membaca setiap aturan negara sebelum mengirim kontingennya.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menyusul hasil kesimpulan saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Selasa (23/3/2021). Dalam laporan kesimpulan itu DPR selain memberikan apresiasi atas penjelasan Menpora Zainudin Amali atas insiden yang dialami tim bulutangkis Indonesia di All England 2021.

Banner All England 2021

DPR juga mendorong pemerintah dan PBSI untuk mengantisipasi manajemen risiko dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga di tengah pandemi COVID-19. Selain itu, mengevaluasi mekanisme tata kelola pengiriman kontingen oleh cabor yang akan mengikuti event internasional.

"Sebab yang mengirim itu kan cabor, bukan kami. Kami hanya memfasilitasi anggaran dan sebagainya. Tapi yang tahu persis mekanismenya mereka (cabor). Makanya setelah kejadian All England dan Thailand Open yang tidak ada apa-apanya itu menggambarkan bahwa satu event ke event lain itu berbeda," kata Gatot kepada detikSport, Rabu (24/3/2021).

"Poinnya jangan berasumsi Thailand itu enggak ada apa-apa (masalah). Berarti All England (juga) aman. Thailand itu tidak ada virus B117, tapi di Inggris ada turunan (virus) itu. Kemudian di Orleans Masters kenapa lebih longgar dibanding Inggris? Mungkin mereka ada protapnya sendiri," ujar Gatot.

"Jadi kami mengimbau cabor harus betul-betul harus baca aturan itu secara teliti. Bila perlu kalimat per kalimat atau pasal per pasal," imbaunya.

Seperti diketahui, tim bulutangkis Indonesia yang berlaga di All England 2021 sempat dipaksa menjalani karantina mandiri setelah diketahui sepesawat dengan penumpang terpapar COVID-19. Mereka diwajibkan karantina selama 10 hari dan dipaksa kalah WO dari turnamen bulutangkis tertua di dunia itu.

Padahal, sebelum keberangkatan ke Birmingham, Hendra Setiawan dkk telah menjalani protokol kesehatan yang ketat. Dari mulai tes PCR sebelum terbang, dan telah menjalani vaksinasi COVID-19 sebanyak dua tahap.

Begitupun setibanya di hotel tim. Bahkan sebelum bertanding tim bulutangkis Indonesia juga telah dinyatakan seluruhnya negatif COVID-19. Namun, regulasi COVID-19 tetap memaksa mereka untuk menjalani karantina mandiri. Tapi kini tim Merah-Putih kini sudah diperbolehkan pulang lebih cepat menyusul koordinasi antarpihak terkait baik KBRI, Kemenpora, dan Kemenlu.

Simak video 'Hikmah yang Dipetik Indonesia dari Insiden All England':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)