KOI Belum Berniat Batalkan Gugatan All England ke CAS

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 27 Mar 2021 22:32 WIB
Tim Indonesia diminta mundur dari All England 2021 terkait pandemi virus Corona. Selain All England, ini deretan turnamen bulutangkis yang digelar saat pandemi.
Indonesia belum mau batalkan niata gugat All England ke CAS (Getty Images/Naomi Baker)
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) belum berencana membatalkan tuntutan kasus All England ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS), sekalipun BWF sudah merespons surat mereka.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan justru saat ini mereka tengah memastikan terkait hal-hal apa yang ingin digugat.

"Ini belum ada cerita cancel. Justru kita mau memastikan apa yang digugat. Ini bukan masalah personal. Ini masalah institusi jadi harus jelas. Untuk itu kita harus komunikasi dengan PBSI. Jadi belum ada cerita batal atau lain-lain," kata Okto dalam bincang-bincang dengan media, Sabtu (27/3/2021) secara virtual.

Kemenpora sebelumnya mempersilakan KOI dan PBSI untuk mengajukan tuntutan ke CAS tapi pemerintah tak akan ikut campur. Namun, mereka juga meminta akan memikirkan secara matang, terlebih Indonesia punya kepentingan yang jauh lebih penting yaitu bidding tuan rumah Olimpiade 2032.

"Memang ini tidak ada urusan dengan Kemenpora, itu domainnya PBSI. Tentunya kita tak bisa lepas dari PBSI. Makanya kita akan komunikasi dengan mereka dan support maksimal," sambungnya.

"Kayaknya enggak deh (semisal PBSI memutuskan untuk tidak perlu ke CAS karena sudah ada permintaan maaf). Itu agak sulit kejadian. Kalau masalah ke CAS atau tidak itu tahapan berikutnya dan ini jadi bagian yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Karena kalau dia bikin salah (lagi) mereka akan berpikir nanti minta maaf saja, toh juga dimaafkan."

Niatan KOI mengajukan gugatan ke CAS makin mantap karena Presiden Konfederasi Badminton Asia (BCA), Anton Subowo, sudah melihat adanya kejanggalan yang didapat tim Indonesia saat berlaga di Birmingham.

Menyoal tenggat waktu, eks Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 ini, mengatakan akan segera mengurus proses gugatan tersebut.

"Saya sudah ngomong ke Anton Subowo masalah waktu. Yang jelas tak boleh lama. Nanti basi. Jadi timelinenya harus clear dan jelas. Intinya kalau KOI tetap jalan sesuai jalurnya, ke Olympic Council of Asia (OCA) dan International Olympic Committee (IOC)," papar Raja Sapta Oktohari.

"Karena kalau maaf-maaf saja tak menjabarkan masalahnya dan ini bukan hanya untuk atlet Indonesia tapi badminton secara khusus dan cabor lain secara umumnya," tutup pria yang juga merupakan bos Mahkota Promotion ini.

Simak Video: Hikmah yang Dipetik Indonesia dari Insiden All England

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/mrp)