detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 06 Apr 2021 17:20 WIB

Fajar Alfian Lebih Suka Skor Bulutangkis Tetap 3x21 atau Jadi 5x11?

Mercy Raya - detikSport
Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto Fajar Alfian bersama pasangannya di ganda putra, Muhammad Rian Ardianto. (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

Fajar Alfian, pebulutangkis ganda putra Indonesia, menanggapi wacana perubahan sistem skor di pertandingan bulutangkis.

PP PBSI, bersama Federasi Bulutangkis Maladewa, mengusulkan untuk menerapkan sistem format perhitungan skor terbaru kepada induk federasi bulutangkis dunia. Dari semula format skor 3x21, menjadi 5x11. Sistem perhitungan yang baru diusulkan itu disinyalir akan membuat bulutangkis kian berkembang. Sebab, pemain akan berpacu dengan laga yang langsung seru sejak awal.

Sebagai pemain, Fajar tampak mendukung perubahan format skor tersebut. Toh, sebelumnya ia juga pernah menerapkannya pada saat tampil di Chinese Taipei Masters 2016. Bersama Muhammad Rian Ardianto, ia bahkan berhasil menjadi juara di ajang tersebut usai mengalahkan wakil tuan rumah, Chen Hung Ling/Wang Chi Lin, di final. Mereka menang atas Ling/Chi Lin dengan skor 11-6, 11-6, 11-13, 9-11, 12-10.

"Tapi ya waktu itu kan mencoba baru sekali jadi belum bisa dibandingkan lebih enak yang mana. Kalau ditanya sekarang, (saya) masih terbiasa dengan 3X21," kata Fajar Alfian kepada detikSport, Selasa (6/4/2021).

Perubahan skor menjadi 5x11 sempat diprediksi bakal mengurangi ketegangan permainan karena durasi yang cepat. Soal itu, Fajar tak menepis tapi juga tak membenarkan.

"Kalau cepat iya. Kalau tegang sama saja, ya, harusnya karena harus fokus dari awal sampe akhir. Tapi kalau soal peta persaingan bakal mempengaruhi? Saya belum tahu karena belum diujicobakan (lagi)," kata Fajar.

Juara Malaysia Masters 2018 ini hanya berharap apapun keputusannya adalah yang terbaik buat pemain. Lebih dari itu, ia juga ingin pemain dapat diberikan waktu penyesuaian andai perubahan format perhitungan skor itu disetujui BWF pada rapat umum tahunan pada pertengahan Mei mendatang.

"Ya, kami berharap semua yang terbaik saja untuk hal ini. Yang penting nanti kalau diterapkan harus ada ujicoba dan adaptasi dulu lalu kami dimintai pendapat kembali untuk menilai," ujar Fajar.

Simak juga 'Hikmah yang Dipetik Indonesia dari Insiden All England':

[Gambas:Video 20detik]




(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com