detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 16 Apr 2021 19:32 WIB

Atlet Pria Pelatnas PBSI Jalani Program Konsultasi Gizi

Mercy Raya - detikSport
Pelatnas PBSI Cipayung memanggil atlet-atlet putra untuk konsultasi pemenuhan gizi, Jumat (16/4/2021). Dua dokter spesialis gizi yang memberikan materinya. Atlet Pelatnas PBSI dapat penyuluhan soal gizi (dok.PBSI)
Jakarta -

Pelatnas PBSI Cipayung memanggil atlet-atlet putra untuk konsultasi pemenuhan gizi, Jumat (16/4/2021). Dua dokter spesialis gizi yang memberikan materinya.

PBSI baru saja mendatangkan ahli Gizi baru untuk pelatnas PBSI, yakni dr. Vetinly dan dr. Paulina Toding. Bertempat di ruang rapat Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pemanggilan atlet pria dimaksudkan untuk saling berkonsultasi terkait pemenuhan gizi dan nutrisi para atlet.

"Tujuan dari pemanggilan dan pengumpulan ini sebenarnya untuk memberikan edukasi bagaimana sih makan yang sesuai untuk atlet," kata Vetinly dalam rilis PBSI.

"Karena kan kebutuhan kalori atlet ini berbeda dengan yang non-atlet. Terus kemudian komposisinya juga berbeda, supaya mereka bisa dapat hasil yang baik," sambungnya.

Sebagai ahli gizi yang baru bertugas di Pelatnas PBSI, Vetinly dan Paulina menganggap konsultasi seperti ini juga menjadi bagian observasi dan mendengar masukan-masukan dari atlet agar asupan gizi bisa tercukupi.

Dengan kegiatan ini, ahli gizi berharap para atlet bisa mengatur makan tanpa mengalami tekanan. Terkait bulan Ramadan, ahli gizi memberikan pesan kepada atlet yang akan menjalankan puasa di tengah padatnya jadwal latihan.

"Yang agak kami ubah sedikit dari pola makan di pelatnas adalah mereka kebutuhan makannya kan besar, tapi ternyata ada beberapa atlet yang tidak bisa langsung makan sekaligus. Oleh sebab itu frekuensi makannya kami sebar agar kalorinya tetap kita dapat tapi porsinya menjadi kecil-kecil," tutur Vetinly.

"Agar tetap fit dan imun terjaga saat menjalankan puasa adalah kecukupan kalori, komposisi makanan, serta cairan dan elektrolit. Harus memperhatikan asupan makan ketika sahur dan berbuka puasa. Yang sebaiknya dikurangi adalah makanan yang tinggi akan lemak jenuh," tutupnya.

(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com